Chevrolet Captiva Diekspor Namun Tak Dijual di Indonesia

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Chevrolet Captiva 2019 akan memiliki model mirip Wuling Almaz. Sumber: headlightmag.com

    Chevrolet Captiva 2019 akan memiliki model mirip Wuling Almaz. Sumber: headlightmag.com

    TEMPO.CO, Cikarang - PT SGMW Motor Indonesia atau Wuling Motors resmi mengekspor Wuling Almaz dengan merek Chevrolet Captiva ke tiga negara, yakni Thailand, Brunei Darussalam, dan Fiji. Pengiriman sudah dimulai bulan September dengan target 2.500 sampai 2.600 unit hingga akhir 2019.

    "Kita mulai pengiriman pada bulan September ini dengan target 2.500 hingga 2.600 unit sampai Desember," ujar Presiden SGMW Motor Indonesia, Xu Feiyun di Cikarang, Rabu, 25 September 2019.

    Feiyun menjelaskan bahwa persiapan ekspor Wuling Almaz, yang akan memakai nama hevrolet Captiva menghabiskan waktu yang cukup panjang. Mulai dari bulan April kata dia, hingga September 2019 ini sudah memasuki tahap pengiriman.

    Adapun alasan menggunakan nama Chevrolet Captiva, kata Feiyun, tak lepas dari hubungan bisnis antara General Motors Global dan Wuling Motors. Jadi menurut dia, meskipun mobil ini dirakit di Cikarang, Jawa Barat, Wuling Motors akan menggunakan nama Chevrolet Captiva di tiga negara tujuan ekspor tersebut.

     

    "Itu karena adanya hubungan platform global. Secara global, ini kita sudah ada empat merek. Baojun dan Wuling (Cina), MG Hector (India), Almaz (Indonesia), dan Captiva (Amerika Latin, Thailand, dll). Kira-kira hubungannya seperti itu,"ujarnya.

    Feiyun juga menegaskan bahwa sekalipun Wuling Motors Indonesia dan GM Indonesia satu aliansi, untuk pemasaran Almaz, GM Indonesia tidak akan memasarkan mobil SUV tersebut.

    "GM Indonesia dan SGMW Indonesia itu memang perusahaan berbeda meskipun keduanya punya saham dari GM. Tapi saat ini untuk Almaz, yang pastinya dia akan menggunakan merek Wuling. Jadi tidak akan ada bentuk Captiva yang kerja sama dengan GM untuk dijual di Indonesia,"ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.