Terjebak Macet Akibat Demo Tak Perlu Panik, Ini Antisipasinya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana demonstrasi pelajar yang berujung ricuh di belakang gedung DPR, Senayan, Jakarta, 25 September 2019. Demonstrasi pelajar ini langsung diwarnai anarkis yakni pelemparan batu dan bakar ban. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Suasana demonstrasi pelajar yang berujung ricuh di belakang gedung DPR, Senayan, Jakarta, 25 September 2019. Demonstrasi pelajar ini langsung diwarnai anarkis yakni pelemparan batu dan bakar ban. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Aksi demonstrasi menolak pengesahan RUU KPK dan RUU KUHP merebak beberapa wilayah dan yang paling besar terjadi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat. Namun, demonstrasi tersebut telah mengakibatkan sejumlah ruas jalan lainnya menjadi macet. Tak hanya kemacetan, namun pengemudi selalu was-was kemungkinan mobilnya terkena dari limpahan aksi tersebut.

    Kadang kala, kepolisian akan menutup jalan yang mengakibatkan kendaraan macet atau berhenti total. Dalam posisi ini, pengemudi dan penumpang akan mulai resah soal waktu tempuh ke tujuan hingga khawatir aksi semakin memanas sedangkan mobil tak bergerak dari lokasi. Seperti dikutip dari Auto2000.co.id, ada sejumlah kiat yang perlu dilakukan pengemudi saat terjebak aksi demonstrasi agar aman sampai tujuan:

    1. Jaga Emosi
    Anda harus menjaga emosi agar dapat mengemudi dengan tenang dan nyaman. Apalagi saat ada demo yang kadang membuat Anda kesal karena terjebak macet. Fokus dan waspada pada situasi dan kondisi jalan. Kecuali penting, alihkan perhatian Anda dari ponsel yang akan membuat perhatian Anda terpecah.

    2. Pantau Perkembangan Situasi dengan Membaca Berita
    Sebelum berjalan, sempatkan untuk memantau perkembangan kondisi jalan via website berita online. Dengan catatan, media yang dibaca harus kredibel agar tidak ada salah informasi. Biasanya akan ada penjelasan mengenai lokasi dan jam demo. Usahakan untuk menghindari jalan yang akan ada aksi demo tersebut.

    3. Manfaatkan Peta Digital
    Aplikasi peta digital sudah menjadi partner berkendara yang bisa diandalkan. Hasil rekomendasi rute yang ditampilkan cukup akurat dan bisa menuntun Anda melalui jalan yang relatif lebih aman. Namun sebelumnya, pelajari dulu rute yang ditawarkan, terutama jika ternyata diarahkan melalu wilayah yang ada aktivitas demo. Lihat juga apakah warna jalannya merah pekat yang berarti macet parah.

    Anda harus mengantisipasi dengan mencari rute alternatif. Biasanya peta digital akan menyajikan beberapa alternatif rute yang bisa dipilih. Waspada juga dengan aturan ganjil genap bila Anda berkendara di jam berlakunya aturan tersebut.

    4. Siapkan Makanan dan Minuman Ringan
    Di jalan, tidak hanya Anda yang mencari rute alternatif yang tidak terkena demo. Pengguna jalan lain pasti berpikiran sama. Alhasil, jalan alternatif yang Anda pilih mungkin saja jadi padat dan macet. Makanya, sebelum jalan bisa menyiapkan makanan dan minuman ringan buat jaga-jaga. Meskipun sepele, biasakan untuk pergi ke toilet sebelum mengemudi. Karena begitu terjebak macet dan tidak bisa kemana-mana.

    5. Jangan Panik
    Karena sesuatu hal, bisa jadi Anda salah memilih rute dan masuk ke wilayah yang ada demo. Tutup seluruh kaca dan pastikan semua pintu terkunci. Letakkan barang berharga di laci yang tidak terlihat dari luar. Tidak perlu terpancing melakukan aksi balasan bila ada peserta demo yang berusaha melakukan tindakan yang salah.

    Tetap fokus ke jalan dan waspada. Anda bisa share lokasi ke keluarga atau teman dekat sehingga mereka bisa memantau kondisi Anda dan membantu jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Jangan perlihatkan wajah tegang atau terdistraksi hal lain seperti main ponsel yang membuat Anda lengah dan memancing orang tidak bertanggungjawab untuk melakukan kejahatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.