Tren Jual-Beli Mobil Bisa Bergeser Secara Online, Ini Alasannya

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana penjualan mobil bekas di WTC Mangga Dua, Jakarta, Senin 20 Mei 2019. Manajer Pemasaran Senior WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih menyatakan penjualan mobil bekas menjelang mudik Lebaran 1440 H meningkat dibandingkan hari biasa pada bulan sebelumnya. Tempo/Tony Hartawan

    Suasana penjualan mobil bekas di WTC Mangga Dua, Jakarta, Senin 20 Mei 2019. Manajer Pemasaran Senior WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih menyatakan penjualan mobil bekas menjelang mudik Lebaran 1440 H meningkat dibandingkan hari biasa pada bulan sebelumnya. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kegiatan jual-beli mobil secara online sedang menjadi fenomena baru di dunia termasuk Indonesia. Mulai dari makanan hingga keperluan lainnya dibeli juga dijual secara online.

    Lantas akankan tren tersebut juga akan merambah aktivitas jual-beli mobil?

    Dikatakan Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Amelia Tjandara bahwa bisa saja tren tersebut merambah ke dunia jual-beli mobil. Namun ia tidak bisa mengatakan kapan hal tersebut akan terjadi.

    "Suaatu saat mungkin, tetapi waktunya kapan kami belum tahu," ujarnya kepada wartawan, di Jakarta, Senin 7 September 2019.

    Menurutnya ada beberapa faktor yang bisa menggeser tren jual-beli mobil menjadi secara online, yaitu daya beli masyarkat Indonesia. Jika daya beli masyarakat sudah tinggi maka kemungkinan tren tersebut bisa terjadi.

    "Kalau uang orang Indonesia dan daya belinya tinggi, beli mobil sudah enggak terasa berat, bisa beli via online," tutur Amel.

    Selain itu, harga kendaraan yang jauh lebih mahal ketimbang produk lain yang saat ini banyak dibeli atau dijual secara online, menjadi faktor lain peralihan tren jual-beli mobil secara online.

    "Biasanya mereka mencari informasi dulu di oniline. Tetapi negosisiasi atau test dilakukan di dealer. Kalau barang elektronik kan enggak perlu begitu karena uang yang dikeluarkan lebih murah. Kalau beli mobil kan anggapannya masih kayak investasi. Dicari dulu semua informasi, kalau sudah oke dari online baru transaksi," tutup Amel.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.