Kisah Sulitnya Komunitas Membangun Motor Mini di Kota Kecil

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komunitas pecinta motor.cilik alias Kimcil.dari Demak saat menghadiri Kustomfest 2019. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Komunitas pecinta motor.cilik alias Kimcil.dari Demak saat menghadiri Kustomfest 2019. Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Penggemar motor custom tak lagi menjadi monopoli mereka yang berasal dari kota besar. Di kota kota kecil, belakangan kian tumbuh komunitas pecinta custom dan para builder dengan hasil karya yang tak bisa dipandang remeh.

    Misalnya saja seperti komunitas pecinta motor cilik atau motor mini alias Kimcil asal Demak Jawa Tengah. Komunitas ini awalnya merupakan pecinta Honda CB dengan berbagai modifikasi. Pada tahun 2013, komunitas ini pun berubah menjadi pecinta motor mini.

    Uniknya, komunitas ini tak seluruh anggotanya punya motor mini. Hanya ada satu sosok di komunitas ini yang memiliki banyak motor mini. Namun motor-motor mini itu sudah menjadi seperti koleksi bersama anggotanya, dan kerap dipakai untuk menggelar touring.

    Sosok yang mengkoleksi banyak motor mini asal Demak itu ialah Farukh Sauki, yang kesehariannya berprofesi sebagai pedagang daging kerbau di Pasar Demak.

    “Jadi motor-motor mini Komunitas Kimcil itu milik pak Farukh semuanya. Karena memang dia yang punya kegilaan dengan motor mini, “ ujar Hartono, kepala mekanik komunitas Kimcil Demak yang juga builder motor motor mini koleksi Farukh Selasa 8 Oktober 2019.

    Kegilaan juragan daging Demak itu pada motor membuatnya mengkoleksi 22 motor di mana 11 motor merupakan motor mini hasil bonsai dari motor standar. Seluruhnya dicat warna merah muda untuk memberi ciri khas tersendiri bahwa motor mini itu kepunyaan komunitas Kimcil. Dari 11 koleksi motor mininya ada enam sudah jadi dan bisa dipakai toruing. Di antaranya motor mini dari hasil bonsai Yamaha RX King, Honda Mega Pro, Yamaha Vega, dan Honda Legenda.

    “Masih ada lima motor mini digarap, ada Yamah Scorpio, Tiger, dan juga Ninja, sebagian bahan cari dari internet karena di sini hanya bengkel ndeso, hehe,” ujar Hartono.

    Markas sekaligus bengkel Komunitas Kimcil sendiri memang jauh dari kota besar. Tepatnya di Desa Kadilangu, dekat komplek makam Sunan Kalijaga dan berjarak sekitar 3 km dari Masjid Agung Demak Jawa Tengah.

    Hartono menyebutkan, saat membangun motor mini, jika gagal mendapatkan bahan di kota terdekat seperti Kudus dan Semarang, yang mereka lakukan pesan melalui internet.

    Meski hanya bengkel dari sebuah desa kecil, namun garapan motor mini komunitas Kimcil tak bisa dipandang sebelah mata. Sebab prinsip yang diusung dalam custom mereka tak mau sekedar tempel sana sini atau mengecilkan bodinya dari standar ke ukuran mini.

    “Patokan kami, motor boleh mini tapi nyaman dikendarai, apalagi saat dipakai touring,” ujarnya.

    Rute-rute luar kota pun sudah mereka trabas dengan motor mini seperti September lalu rombongan motor mini Demak itu menghadiri gathering di Ngawi Jawa Timur lalu Oktober ini touring lagi ke Yogya.  

    Farukh sendiri menuturkan, motor-motor yang ia bangun biasanya mendapatkan bahan utama dari internet. Seperti untuk Yamaha RX King, Kawasaki Ninja, dan Honda Tiger. Farukh mengaku lebih senang membangun ulang motor mini daripada beli motor mini jadi dari pabrikan.

    “Ada kepuasan tersendiri saat melihat motor mini yang dibangun sendiri,” ujarnya.

    Koleksi motor mini yang ia dapatkan dengan harga bahan dan proses produksi cukup mahal seperti Yamaha Scorpio (belum jadi) yang diperkirakan habis Rp 25 juta, juga Kawasaki Ninja yang bahannya saja sudah Rp 12 juta serta Yamaha RX King yang ongkosnya di atas Rp 15 juta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.