Soal Mobil Listrik, Toyota Sudah Siapkan Daur Ulang Baterai

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Toyota hybrid. TEMPO/Wira Utama

    Logo Toyota hybrid. TEMPO/Wira Utama

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Toyota Astra Motor atau TAM sebagai agen pemegang merek Toyota di Indonesia mengklaim telah berkomunikasi dengan sejumlah pihak dalam hal mempersiapkan daur ulang baterai mobil listrik.

    "Recycle-nya sudah sangat kami pikirkan, bahkan kami juga sudah kerja sama dengan universitas (kampus), bagaimana daur ulang baterai," ujar Direktur Marketing TAM, Anton Jimmi Suwandhy di sela-sela kegiatan test drive mobil listrik Toyota di Bali, Kamis, 10 Oktober 2019.

    Contohnya kata Anton, bekas baterai nantinya akan dihubungkan dengan panel surya, kemudian dijadikan berbagai macam produk baru. Dia juga menegaskan bahwa pihak TAM menyadari kewajiban terkait daur ulang limbah baterai tersebut.

    "Ada juga perusahaan yang bekerja untuk melakukan recycle itu. Di Indonesia sudah ada, saya lupa namanya. Yang jelas kita belajar dari Thailand dan Jepang dimana itu meamng sudah menjadi kewajiban dari kita untuk mempersiapkan,"ujarnya.

    Sebelumnya Senior Managing Coordinator Toyota Daihatsu Engineering and Manufacturing (TDEM) Daisuke Itagaki, mengatakan bahwa Toyota akan berkomitmen memasarkan mobil hybrid untuk semua jenis dengan memprioritaskan segmen MPV dan SUV. Itagaki menyadari bahwa pasar kedua segmen itu sangat populer di Indonesia.

    "Jadi yang populer itu memang kami selalu care untuk dibuat menjadi hybrid. Dua itu (MPV dan SUV) sangat penting," kata Itagaki.

    Meski demikian, Itagaki tak menutup kemungkinan memasarkan mobil-mobil di segmen lain seperti sedan. Hanya saja sekali lagi kata dia, semua tergantung dengan permintaan pasar. "Semua tergantung dengan konsumennya. Tapi saya ingin bisa membuat hybrid ada di semua jenis kendaraan. Mulai SUV, MPV, dan Sedan," ujar Itagaki.

    Sementara itu, mantan pembalap Formula 1 yang menjadi konsumen pertama Toyota C-HR Hybrid Rio Haryanto mengatakan bahwa populasi mobil ramah lingkungan di berbagai negara maju sudah sangat pesat. Menurutnya teknologi masa depan yang berkaitan dengan transportasi itu pasti akan segera masuk Indonesia.

    "Tidak usah jauh-jauh, di negara tetangga saja penjualan mobil hybrid dan mobil listrik tumbuh pesat. Teknologinya berkembang sangat cepat," kata Rio yang sudah dua bulan ini mengaku lebih sering bepergian menggunakan mobil Toyota C-HR Hybrid


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.