PLN Akan Meluncurkan SPKLU Fast Charging 10 Titik Tahun Ini

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peresmian studi pengembangan mobil listrik Mitsubishi-BPPT-PLN-Kyudenko di Kantor PLN Tambaloka, Sumba, 3 Oktober 2019. TEMPO/Wawan Priyanto.

    Peresmian studi pengembangan mobil listrik Mitsubishi-BPPT-PLN-Kyudenko di Kantor PLN Tambaloka, Sumba, 3 Oktober 2019. TEMPO/Wawan Priyanto.

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaaan Listrik Negara atau PLN berencana meluncurkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU fast charging (50kW DC CCS-2 CHAdeMO) di 10 titik pada tahun ini. Jika sesuai rencana, peluncuran ini akan bertepatan dengan Hari Listrik Nasional (HLN), 27 Oktober 2019.

    "Kami akan launching pada HLN di 10 titik untuk fast charging, yang pengisiannya sekitar 30 - 40 menit,"ujar Plt Direktur Utama PLN, Sripeni Inten Cahyani di Gedung BPPT, Rabu, 16 Oktober 2019.

    Sripeni menambahkan bahwa SPKLU fast charging dari PLN memang masih terbatas. Namun untuk SPLU yang notabene memiliki daya rendah dan diprirotiaskan untuk sepeda motor, PLN mengkalim telah membangun sekitar 2.000 unit di seluruh wilayah Indonesia.

    "Untuk mobil (fast charging) memang masih terbatas. Tapi untuk SPLU kami sudah bangun 2.000 unit di seluruh Indonesia,"ujarnya.

    Adapun rencana pembangunan 10 titik SPKLU, tersebar di sejumlah kota besar di Tanah Air. Di antaranya, Banten, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, Bandung, Denpasar, Medan, dan DKI Jakarta dengan dua titik.

    "Rencananya memang tahun ini tapi kami masih mau memastikan apakah benar-benar launching pada 27 Oktober 2019 (HLN) atau meleset sedikit pada awal November. Yang jelas tidak lewat dari 2019," ujar Vice President Corporate Communication dan CSR PLN, Dwi Suryo Abdullah saat dikonfirmasi lebih lanjut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.