Air Blade 150 Dikabarkan Hadir November Lawan Kuat Yamaha Aerox

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Honda Air Blade. Sumber: motosaigon.vn

    Honda Air Blade. Sumber: motosaigon.vn

    TEMPO.CO, Jakarta - Media otomotif Vietnam, Motosaigon melaporkan desas-desus bahwa ada kemungkinan Honda Vietnam akan meluncurkan versi baru Air Blade 150 pada awal November. Honda Air Blade merupakan motor matik yang cukup sukses di negara bekas Komunis tersebut. Setelah muncul awal 2000-an, Air Blade telah menghilang tanpa adanya model baru.

    Honda Air Blade pernah masuk pasar Indonesia sekitar tahun 2006-2008 lewat tangan importir umum. Motor ini masuk ke Indonesia dengan jumlah sangat terbatas dan saat masuk Indonesia harganya nyaris dua kali harga Honda Vario. Skuter matik yang dulunya adalah lawan Yamaha Nouvo ini memang menggarap pasar anak muda dengan posisi sebagai motor premium. Jadi tak salah jika harganya cukup tinggi.

    Terakhir Honda Vietnam telah meluncurkan Air Blade 125cc, yang menggunakan mesin 1 silinder 125cc dengan pendingin air radiator, pencahayaan LED, dan Keyless Start.

    Berdasarkan kondisi ini, Honda sendiri berniat untuk membangkitkan kembali New Honda Air Blade 150 untuk bersaing dengan para rival yang saat ini sangat populer di Yamaha Aerox 155 yanag memiliki desain bodi yang tajam. Air Blade digadang-gadang memiliki tampilan lebih agresif dan berbagai fitur yang seharusnya sudah terpasang seperti sistem Idling Stop, sistem remote Smart Key yang bisa digunakan untuk mencari lokasi parkir, rem ABS baik depan maupun belakang.

    Dengan fitur premium tersebut bisa jadi nanti Air Blade juga akan berhadapan dengan line up Honda lainnya, Honda PCX 150 maupun Honda ADV 150. Akankah rumor itu menjadi kenyataan kita tunggu saja bulan depan.

    GREAT BIKER


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.