GM Tak Jualan, Kata Pedagang Soal Prediksi Harga Bekas Chevrolet

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Chevrolet Captiva buatan pabrik Wuling di Cikarang siap diekspor ke Thailand, Fiji, dan Brunei, Rabu, 25 September 2019/Wira Utama

    Chevrolet Captiva buatan pabrik Wuling di Cikarang siap diekspor ke Thailand, Fiji, dan Brunei, Rabu, 25 September 2019/Wira Utama

    TEMPO.CO, Jakarta - General Motors sebagai produsen mobil Chevrolet menyatakan akan menutup usahanya di Indonesia mulai Maret 2020. Meski demikian, GM menjanjikan layanan servis tetap dijamin dengan bengkel dan suku cadangnya. Hanya saja, kebijakan tersebut akan menyebabkan harga jual mobil Chevrolet anjlok. Nasibnya tidak jauh beda dengan Ford yang lebih dulu cabut dari Indonesia.

    "Sepertinya berdampak dengan penurunan harga seperti yang sebelumnya sempat terjadi," ungkap pemilik diler mobil bekas Mirza Mobil, Ahmad Fadilah kepada Antara, Kamis 31 Oktober 2019.

    Menurutnya, mobil Chevrolet memang tidak memiliki harga yang cukup bagus di pasar mobil bekas, sehingga harga Chevrolet bekas bisa saja anjlok setelah pengumumkan penghentian penjualan itu. "Chevrolet itu sendiri, yang saya tahu pasarnya sih yaa, purna jualnya kurang lah," ia menambahkan.

    "Jadi kalau mereka mengumumkan tutup, ya pasti makin parah kayaknya sih. Sementara sekarang saja harganya juga kurang bagus," ujarnya.

    Pemilik diler yang berlokasi di Klender, Jakarta Timur itu mengatakan, selain harganya turun, angka penjualan mobil bekasnya juga ikut menurun. "Harga pasti berpengaruh, juga purna jualnya. Dari mesinnya (suku cadang) juga kan susah mobil-mobil itu."

    "Tadinya Chevrolet Spin bagus di angka Rp90 jutaan, tapi sekarang kelihatan kurang bagus seperti Spin tahun 2013 itu diangka Rp80 jutaan saat ini," bebernya.

    Ia memprediksi, harga Chevrolet bekas bakal turun 15 persen, namun tergantung model dan tahun keluaran. 'Kalau masalah harga tentunya berbeda karena setiap tipe pasti beda. Kemungkinan akan terjun diangka 15 sampai 20 persen, tapi kita lihat nanti saja, kalau sekarang sih memang masih belum terlihat," ia menjelaskan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.