MV Agusta Bangun Motor 350cc Twin untuk Pasar Asia

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • MV Agusta Turismo Veloce Lusso 800. Sumber: asphaltandrubber.com

    MV Agusta Turismo Veloce Lusso 800. Sumber: asphaltandrubber.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Asphalt and Rubber, CEO MV Agusta Timur Sardarov mengungkapkan produsen motor Italia akan merilis line up sepeda motor 350cc dengan silinder ganda. Langkah ini tidak akan menggeser MV Agusta sebagai merek sepeda motor premium, tetapi menawarkan lebih banyak peluang menggarap pasar Asia tidak hanya fokus pasar Barat.

    "MV Agusta memasuki pasar relevan terbesar di dunia, yaitu 350c hingga 500cc," Timur Sardarov mengungkapkan kepada Asphalt & Rubber.

    Ia mengungkapkan mesin 350cc twin-silinder adalah model baru, yang akan digunakan untuk beberapa model sepeda motor dari merek Italia. "MV Agusta akan menggarap mesin dengan kapasitas kecil, performa tinggi dalam teknologinya," kata Sardarov. “Kami datang dengan mesin 350cc baru dua silinder. "

    Sardarov tidak merinci lebih lanjut tentang jenis konfigurasi mesin apa yang telah dikembangkan oleh departemen R&D MV Agusta untuk platform baru ini, apakah itu konfigurasi v-twin atau parallel.

    Ia mengungkapkan MV Agusta 350cc akan menelan biaya sekitar € 6.000 hingga € 7.000 untuk pasar Eropa. Tujuan menghadirkan 350 adalah untuk menarik merek MV Agusta ke kelompok usia yang lebih luas, dengan harga sepeda 350cc yang terjangkau untuk pengendara yang lebih muda.

    Bahkan ada kemungkinan model 350cc dalam paket ADV atau cruiser. Sardarov menjelaskan jajaran 350cc akan lebih diarahkan untuk penggunaan sehari-hari bagi pengendara sepeda motor. Dengan hadirnya model ini, MV Agusta memiliki target memproduksi 25.000 unit sepeda motor per tahun, dalam waktu sekitar lima tahun.

    ASPHALT AND RUBBER


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.