Perusahaan Jepang dan Korea Berminat Investasi Pabrik Baterai

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stasiun pengisian mobil listrik dari Start-up Jerman, e.Go Life di depan perusahaan e.GO Mobile AG di Aachen, Jerman, 9 Mei 2019. e.GO Life menawarkan empat tempat duduk yang sedikit lebih pendek dari Fiat 500 dan tersedia dalam tiga konfigurasi baterai berbeda. REUTERS/Wolfgang Rattay

    Stasiun pengisian mobil listrik dari Start-up Jerman, e.Go Life di depan perusahaan e.GO Mobile AG di Aachen, Jerman, 9 Mei 2019. e.GO Life menawarkan empat tempat duduk yang sedikit lebih pendek dari Fiat 500 dan tersedia dalam tiga konfigurasi baterai berbeda. REUTERS/Wolfgang Rattay

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan belum lama ini telah menemui sejumlah pabrikan kimia seperti LG Chemichal, SK Group, Lotte Chemichal, Nippon Shokubai, dan Nippon Steel Corporation. Agus mengatakan investor dari Jepang dan Korea Selatan kini menunggu penyelesaian omibus law.

     

    “Mudah-mudahan dengan lahirnya omnibus law jadi milestone percepatan industri di Indonesia,” katanya, Selasa 10 Desember 2019.

    Kemenperin juga menawarkan investor tersebut untuk berpartisipasi dalam proyek rintisan kendaraan listrik yang akan dilakukan di Surabaya. Proyek rintisan sepeda elektrik telah dilakukan di Bandung dan Bali yang melibatkan 300 unit sepeda listrik, 1.000 unit baterai, 40 unit battery exchanger station, dan 4 unit mobil listrik.

    Agus mengatakan minat investor tersebut didorong oleh pemilikan mobil per kapita yang rendah yakni 88 mobil per 1.000 orang. Selain itu, lanjutnya, investor juga tertarik dengan pemerintah yang menargetkan menjadi pusat industri mobil listrik pada 2030 di Asia Tenggara.

    Sebelumnya, Agus menyatakan LG Chemichal berniat untuk melakukan penelitian, studi, dan kajian terkait sepeda motor listrik. Menurutnya, pabrikan petrokimia Negeri Gingseng tersebut melakukan studi tersebut untuk mendukung penggunaan kendaraan ramah lingkungan di dalam negeri.

    Agus mengatakan LG Chemichal telah berkomitmen untuk menanamkan US$2,3 miliar untuk membangun pabrik baterai kendaraan listrik terintegrasi meliputi sel baterai, modul baterai, hingga fasilitas daur ulang baterai.

    “Ini merupakan satu kesatuan yang diharapkan sesuai dengan harapan LG dan Indonesia yang sama-sama menguntungkan,” katanya.

    BISNIS

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.