Setelah Isuzu Traga, IAMI Akan Ekspor Model Giga dan Elf

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Isuzu Traga dan Isuzu Elf di booth Isuzu di pamerah GIIAS Surabaya 2019. 29 Maret 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Isuzu Traga dan Isuzu Elf di booth Isuzu di pamerah GIIAS Surabaya 2019. 29 Maret 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Isuzu Astra Motor Indonesia atau IAMI telah memulai mengekspor 120 unit mobil pikap Isuzu Traga ke Filipina pada Kamis 12 Desember 2019. Kini, IAMI tengah menjajaki 20 negara baru untuk tujuan ekspor selanjutnya diantaranya Laos dan Kamboja dalam waktu dekat.

    "Studi masih berjalan. Kalau ditanya yang paling dekat mungkin, Kamboja dan Laos," ujar Presiden Direktur Isuzu Astra Motor Indonesia, Ernando Demily, Kamis, 12 Desember 2019.

    Adapun rencana besar IAMI dalam tiga tahun ke depan, adalah memperluas negara tujuan ekspor Isuzu Traga. Dimulai dari Asia Tenggara, Amerika Latin, Timur Tengah, dan beberapa negara di Afrika.

    Berbicara target ekspor, IAMI menjamin Traga buatan Karawang memiliki kualitas untuk bersaing. Tak hanya itu, kapasitas pabrik juga dianggap sebagai poin plus Isuzu berbicara banyak di pasar global.

    "Pasar domestik tidak akan terganggu karena kapasitas pabrik sangat cukup," ujar Vice Presiden IAMI, Keiji Takeda dala kesempatan terpisah.

    Selain pikap Traga, IAMI juga berharap model lain seperti Isuzu GIGA dan Isuzu ELF bisa menyusul Traga. Sebab, dua mobil itu juga sudah diproduksi di Karawang, Jawa Barat.

    Sebagai tambahan, pabrik Isuzu di Karawang diklaim sanggup memproduksi 80 ribu unit kendaraan per tahun. Hanya saja, untuk saat ini pabrik dengan luas 30 hektar itu belum dimaksimalkan.

    "Penggunaannya (pabrik) masih sekitar 45 persen. Masih setengahnya lah," ujar Division Head Technical dan Plant Isuzu Astra Motor Indonesia, Rodko Purba.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.