Game Baru Fast & Furious Crossroads Banyak Dikeluhkan Pecintanya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Game terbaru Fast & Furious Crossroads. Sumber: carscoops.com

    Game terbaru Fast & Furious Crossroads. Sumber: carscoops.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Mungkin banyak penggemar game balap menunggu-nunggu permainan yang menegangkan. Salah satunya adalah game yang melegenda Fast & Furious yang akan hadir untuk PC, PS4, dan Xbox One. Dijuluki Fast & Furious Crossroads, permainan ini akan dirilis pada Mei 2020 tetapi fitur grafis lebih mirip dengan video game dari satu dekade lalu.

    Sama seperti film Fast & Furious terbaru, game ini terlihat penuh aksi dan memiliki serangkaian kendaraan over-the-top yang dapat dinikmati para gamer. Tidak hanya game, permainan ini akan memiliki mode cerita satu pemain dan mode multipemain dengan rincian lebih lanjut yang diharapkan akan diumumkan sebelum rilis judul. Vin Diesel dan Michelle Rodriquez mengumumkan Fast & Furious Crossroads selama The Game Awards.

    Bersamaan dengan beberapa mobil unik yang ditetapkan untuk dibintangi, para gamer akan mendapat misi melakukan sejumlah besar aksi-aksi menantang maut yang terinspirasi dari film fast and furious, termasuk melompat ke kereta yang bergerak.

    Melihat bagian komentar dari trailer resmi menunjukkan bahwa tidak semua pengguna menyukai game ini. Faktanya, sebagian besar komentar mengeluhkan grafik permainan yang buruk, yang lebih mirip pada permainan lawas di PlayStation 2 atau Xbox 360, bukan generasi konsol terkini.

    Game ini akan menampilkan Vin Diesel, Michelle Rodriguez, dan Tyrese Gibson sebagai pengisi suaranya, bersama Sonequa Martin-Green dari The Walking Dead dan Asia Kate Dillon dari John Wick: Parabellum. Permainan terbaru ini telah dikembangkan oleh Bandai Namco dan Slightly Mad Studios.

    CARSCOOPS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.