Harga Mobil Bekas Banjir: Supercar Anjlok, Avanza Turun 20 Persen

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah mobil terendam akibat banjir di Perumahan Green Village, Duri Kepa, Jakarta Barat, Sabtu 4 Januari 2020. Banjir didaerah tersebut sudah berlangsung selama 4 hari dengan masih ketinggian sepinggang orang dewasa. TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    Sebuah mobil terendam akibat banjir di Perumahan Green Village, Duri Kepa, Jakarta Barat, Sabtu 4 Januari 2020. Banjir didaerah tersebut sudah berlangsung selama 4 hari dengan masih ketinggian sepinggang orang dewasa. TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga jual mobil bekas terendam banjir dipastikan jatuh. Senior Manager Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua Jakarta Herjanto Kosasih mengatakan pemilik kendaraan harus menerima bahwa harga jual mobilnya akan mengalami penurunan.

    Pemilik kendaraan diharapkan melakukan perbaikan di bengkel resmi terlebih dahulu sebelum menjualnya. Hal ini akan jauh meningkatkan harga jual mobil dibandingkan dijual dengan kondisi apa adanya. Selain itu, bakal sulit menemukan pedagang yang mau membeli unit dalam kondisi seperti itu.

    “Namanya bekas banjir itu enggak ada obat, jadi siapkan mental dulu pasti nyungsep ini harganya. Benerin dulu di bengkel yang benar, jangan bengkel abal-abal karena mobilnya sudah kebanjiran, kalau dalam kondisi begitu langsung dijual harganya paling cuma sisa 30—40 persen,” katanya, Rabu 8 Januari 2020.

    Dalam kondisi mobil sudah diperbaiki, nilai jualnya akan lebih baik. Dia memperkirakan untuk model seperti Avanza dan Xenia yang harga jual mobil bekasnya di kisaran Rp150 juta, penurunan harganya akan berkisar Rp10 juta—Rp20 juta dari harga normal.

    Dia menambahkan mobil dengan harga lebih tinggi akan mengalami penurunan harga yang lebih parah. Menurutnya, mobil dengan harga di atas Rp500 juta, hingga merek-merek mobil mewah harganya akan turun drastis.

    “Contohnya kalau supercar, misalnya Maserati, Lamborghini, itu kan mampus, kalau kelelep itu udah mampus, ratusan juta itu turunnya. Dan itu kan mobil Eropa, itu kan enggak murah, apalagi kalau dia panik dia nyalain, rusak segala macam, harusnya jangan,” katanya.

    Mobil bekas banjir, katanya, juga akan menyulitkan pedagang mobil bekas untuk menemukan pembeli baru. Biasanya, mobil-mobil bekas banjir dilego ke luar daerah. Namun, hal ini juga akan tetap dilakukan secara selektif oleh para pedagang.

    Secara umum, pemilik kendaraan yang tidak begitu menguasai mesin dan teknis mobil disarankan untuk segera memperbaiki dan menjual mobilnya. Pasalnya, mobil yang sudah terkena banjir akan cenderung terus mengalami penyakit kambuhan.

    Dia juga menyarankan para pemilik mobil untuk senantiasa jujur terkait kondisi mobilnya yang terkena banjir. Mencoba menutup-nutupi kerusakan yang diakibatkan rendaman air hanya akan mempersulit proses penjualan.

    “Intinya, triknya adalah harus jujur, kejujuran ini barang langka. Bahwa mobil ini bekas banjir, orang akan menghormati, karena sudah diperbaiki di bengkel resmi dan segala macam, tapi kalau coba mau nipu, malah jadi segketa. Lebih baik jangan begitu,” katanya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).