Rolls-Royce Ingin Kuasai Pasar Mobil Mewah di Cina

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rolls-Royce Cullinan merupakan kendaraan dengan mode penggerak roda depan dan bekalang yang diklaim telah diuji di berbagai lokasi dengan cuaca ekstrim. Sumber: bisnis.com

    Rolls-Royce Cullinan merupakan kendaraan dengan mode penggerak roda depan dan bekalang yang diklaim telah diuji di berbagai lokasi dengan cuaca ekstrim. Sumber: bisnis.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Produsen mobil mewah asal Inggris, Rolls-Royce, melaporkan telah berhasil menjual sebanyak 5.152 unit pada 2019 di lebih dari 50 negara. Ini merupakan rekor tertinggi penjualan Rolls-Royce selama 116 tahun eksistensinya. Angka ini naik 25 persen dibanding pencapaian tahun sebelumnya.

    Perusahaan melaporkan pertumbuhan penjualan yang signifikan di setiap pasar global utamanya. Amerika Utara mempertahankan status teratas (sekitar sepertiga dari penjualan global) diikuti oleh Cina dan Eropa.

    "Saya meramalkan masa depan yang baik bagi kami (Rolls-Royce) di pasar Cina, dan kami juga berinvestasi besar-besaran ke pasar Cina bersama dengan mitra kami," kata Torsten Mueller-Oetvoes, CEO Rolls-Royce Motor Cars, seperti diwartakan China Daily, 10 Januar 2020.

    "Ciina sekarang kembali ke posisi kedua tepat setelah pasar Amerika Utara," kata Mueller-Oetvoes dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan Xinhua.

    Mueller-Oetvoes juga mencatat bahwa perusahaannya berencana untuk meluncurkan versi Ghost, sedan andalan, eksklusif untuk pasar Cina.

    "Ini adalah sesuatu yang kami sangat nantikan untuk dilakukan tahun ini," katanya.

    Ada alasan untuk optimisme Mueller-Oetvoes di pasar Cina. BMW Group, Rolls-Royce menjadi bagiannya, melanjutkan tren penjualan positifnya pada November tahun lalu: pengiriman di seluruh dunia meningkat 1,4 persen tahun-ke-tahun menjadi 225.662 kendaraan, dan pertumbuhan yang kuat dapat dilihat di Cina.

    Industri otomotif sedang mengalami perubahan cepat dengan kendaraan listrik, atau EV, yang menjadi sorotan. EV telah memasuki jalur cepat pembangunan secara global, terutama di pasar terkemuka seperti Cina. Bahkan merek mewah seperti Rolls-Royce berencana untuk menggemparkan produknya.

    "Rencana kami jelas, dan saya sudah mengumumkannya tahun lalu. Dalam dekade ini, Rolls-Royce akan masuk ke era mobil listrik, dan langkah demi langkah kami sudah mengerjakan proyek itu," kata Mueller-Oetvoes.

    Cina punya jagoan sendiri di segmen mobil super mewah, yakni Hongqi. Sebuah brand yang berada di bawah FAW Group. Hongqi juga mencatat penjualan tertinggi sepanjang sejarah pada 2019, yakni terjual lebih dari 100 ribu unit. 

    Tahun lalu, Hongqi memamerkan mobil sport super yang dirancang sendiri yakni S9, yang bergerak dari 0 hingga 100 kilometer per jam dalam waktu 1,9 detik. Hongqi juga membuar SUV listrik E115 berkemampuan autopilot level-4 (mobil otonom) dengan jarak tempuh 600 kilometer sekali pengisian daya.

    Hongqi menargetkan 17 model baru akan diluncurkan hingga 2025, termasuk mobil dengan energi terbarukan dan SUV. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Paparan Radiasi Cesium 137 di Serpong

    Bapeten melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal Cesium 137 yang ditemukan di Serpong. Ini berbagai fakta soal bahan dengan radioaktif itu.