Klub Moge Bakal Ngumpul di Yogyakarta, Bahas Kegiatan Akbar

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung mengamati kendaraan bermotor penuh modifikasi yang turut memeriahkan gelaran KUSTOMFEST 2016 di Jogja Expo Center Hall, Yogyakarta, 9 Oktober 2016. Gelaran KOSTUMFEST kelima tahun ini diikuti oleh 109 kontestan kelas kustom bike show dan 21 kontestan kelas hot rod dan kustom car. TEMPO/Pius Erlangga

    Pengunjung mengamati kendaraan bermotor penuh modifikasi yang turut memeriahkan gelaran KUSTOMFEST 2016 di Jogja Expo Center Hall, Yogyakarta, 9 Oktober 2016. Gelaran KOSTUMFEST kelima tahun ini diikuti oleh 109 kontestan kelas kustom bike show dan 21 kontestan kelas hot rod dan kustom car. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Sejumlah klub moge (motor gede) dijadwalkan melakukan pertemuan di Yogyakarta pada 19 Januari 2020. Pertemuan ini memiliki sejumlah agenda yang akan dilangsungkan pada tahun ini.

    “Akhir pekan ini, 19 Januari 2020 kami kembali mengumpulkan berbagai perwakilan komunitas (moge) untuk silaturahmi sekaligus membahas agenda yang sekiranya bisa disiapkan untuk menyemarakkan kegiatan otomotif di Yogya ke depan,” ujar pengurus komunitas Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI) Yogyakarta Bayu Aji, Senin 13 Januari 2020.

    Tak kurang 10 perwakilan komunitas motor gede seperti Ikatan Sport Harley-Davidson (ISHD), Motor Antique Club Yogyakarta (MACY), Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI), Motor Besar Club (MBC), juga HDCI sendiri akan terlibat dalam kegiatan itu.

    Sebelum bertemu membahas agenda yang hendak dipersiapkan, ujar Aji, para perwakilan komunitas itu akan menggelar ridding pendek dengan start halaman Ambarrukmo Hotel Yogyakarta menuju Wonosari Gunungkidul pagi harinya.

    “Total ada 120 an lebih peserta yang mengikuti ridding nanti, sekedar untuk pemanasan saja sebelum membahas agenda bersama yang akan dilakukan,” ujar Aji.

    Aji menuturkan, kegiatan itu bukanlah kegiatan resmi HDCI Yogya namun menjadi wahana silaturahmi antar komunitras saja sembari membahas sejumlah agenda.

    Terkait agenda yang bakal dibahas, ujar Aji, diantaranya soal penyelenggaraan event rutin Jogja Bike Rendezvous (JBR) yang terakhir dihelat 2015 silam.

    Sebab event JBR yang kerap berhasil mengumpulkan pecinta Harley Davidson dari berbagai daerah Indonesia juga manca negara itu, sudah empat tahun terakhir vakum.

    Padahal Jogja Bike Rendezvous sendiri selama ini sudah jadi semacam ikon dan pengegrak wisata bidang otomotif di Yogya. Seperti halnya Jawa Barat memiliki event Wing Day dan Surabaya memiliki Sumpah Pemuda Ride.

    “Kami akan bahas juga soal kemungkinan menghelat lagi Jogja Bike Rendezvous itu,” ujar Aji.

    Saat terakhir digelar 2015 lalu, event Jogja Bike Rendezvous sempat jadi sorotan karena adanya kasus penghadangan aktivis pesepeda Yogya, Elanto Wijoyo pada biker asal luar Yogya yang diketahui tak tertib berlalu lintas di kawasan Sleman.

    Aji menuturkan, kejadian saat itu mau tak mau juga sempat membuat kegiatan JBR itu dievaluasi penuh.

    Perhelatan otomotif di Yogyakarta beberapa tahun terakhir makin eksis dengan melibatkan semakin banyak komunitas serta pelaku industri kustom berbagai pelosok tanah air.

    Sejumlah kegiatan di Yogya pun telah menjadi patron yang berhasil memberi pengaruh bagi menggeliatnya tren modifikasi yang seolah tak pernah berhenti.

    Sebut saja seperti Kustomfest, Jogja Volks Wagen Festival, Indonesia Scooter Festistival, juga Hot Rod Weekend Party yang gaungnya hingga manca negara.

    Antusiasme masyarakat atas perhelatan otomotif yang jadi agenda rutin di Kota Gudeg itu pun mendorong sejumlah klub moge di Yogyakarta berkumpul lagi guna menyiapkan agenda yang dinilai bisa ikut mewarnai ramainya perhelatan itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.