Tesla Pasarkan Charger untuk Mobil Listrik, Harga Rp 6 Jutaan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deddy Corbuzier tengah mengisi mobil Tesla mewahnya yang merupakan mobil canggih dan ramah lingkungan.

    Deddy Corbuzier tengah mengisi mobil Tesla mewahnya yang merupakan mobil canggih dan ramah lingkungan.

    TEMPO.CO, Jakarta - Tesla sudah mulai menjual perangkat pengisi daya (charger) mobil listrik generasi tiga yang didesain untuk penggunaan di rumah tinggal.

    Dengan tersedianya charger terbaru ini, Tesla menghentikan penjualan charger dinding bertenaga tinggi yang sudah dipasarkan dalam setahun terakhir.

    Charger model baru ini memiliki desain yang sudah dimodifikasi, bentuknya lebih kecil dan cangkang bagian depan yang dilapisi kaca berwarna putih.

    Perangkat pengisi daya mobil listrik Tesla ini dilengkapi konektivitas Wi-Fi, fitur yang tidak ditemukan pada model sebelumnya.

    Bentuknya yang ringkas dan lebih kecil diklaim memudahkan pengguna untuk membawa dan menggunakannya.

    Koneksi Wi-Fi memungkinkan charger ini bisa terhubung dengan smartphone, dan dengan aplikasi Tesla pengguna bisa memantau pengisian sekaligus biaya yang dikeluarkan untuk setiap pengisian daya.

    Namun sayangnya, charger baru Tesla ini memiliki kabel yang lebih pendek, hanya 5,48 meter, sedangkan model sebelumnya berkabel 7,3 meter.

    Dengan kabel yang lebih pendek mungkin akan menyulitkan bagi mereka yang punya dua mobil listrik Tesla dan berbagi charger dalam satu garasi.

    Konektor dinding yang baru juga terbatas untuk menghasilkan 48-amp (10kW) sementara yang sebelumnya dapat menghasilkan hingga 80-amp (20 kW).

    Tapi, dengan penggunaan daya yang lebih sedikit ini, charger ini diklaim cocok dengan sistem perlistrikan rumahan.

    Mengutip toko online Tesla, Sabtu, charger generasi ketiga ini dijual dengan harga 500 dolar atau sekitar Rp6,8 juta per unit.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).