Harga Hino Buatan 2020 Naik Kisaran Rp 13-18 Juta, Ini Alasannya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Manager Product Planning Division Hino Motors Sales Indonesia, Tri Hariyanto menjelaskan Biodiesel B30 di Hotel Century Park, Jakarta Selatan, Kamis, 23 Januari 2020. TEMPO/Wira Utama

    Manager Product Planning Division Hino Motors Sales Indonesia, Tri Hariyanto menjelaskan Biodiesel B30 di Hotel Century Park, Jakarta Selatan, Kamis, 23 Januari 2020. TEMPO/Wira Utama

    TEMPO.CO, Jakarta - Hino Motors Sales Indonesia menaikkan harga kendaraan, khususnya produk dengan Vehicle Identification Number (VIN) 2020 dengan kisaran antara Rp 13 juta sampai Rp 18 Juta. Sebagai kompensasi, Hino menambahkan sejumlah fitur baru.

    "Kita naiknya main antara Rp 13 sampai 18 jutaan,"kata Direktur Penjualan dan Promosi HMSI, Santiko Wardoyo, Kamis 23 Januari 2020.

    Untuk VIN 2020, kata Santiko sudah dilengkapi filter oli khusus B30 dan aplikasi Hino Connect. Tak hanya itu, fitur baru seperti Air Seat Suspension, Side Under Mirror, dan Rear Kamera juga sudah tersedia.

    Adapun fitur Hino Connect yaitu sebuah teknologi Telematics System yang memberikan efisiensi bisnis. Dimana customer dapat menggunakan Hino Connect untuk mengatur manajemen operasional armada. Customer disebut bisa dengan mudah mengetahui lokasi armadanya, sehingga dapat memprediksi waktu tiba di tujuan atau Expected to Arrive (ETA).

    Tak hanya itu, Hino Connect juga memiliki fitur mumpuni seperti memperingatkan pengguna untuk melakukan perawatan secara tepat waktu. Serta memberikan catatan jarak tempuh setiap unit. Fitur Hino Connect ini dapat digunakan secara gratis selama 5 tahun.

    Selain itu, ada fitur Rear Camera, yang tentunya membantu pengemudi melihat kondisi di belakang kendaraan. Begitupun dengan Side Under Mirror, yang berfungsi mengurangi bagian yang tidak terlihat atau blind spot. Terakhir ada fitur Air Seat Suspension. Dimana pengemudi dapat mengatur sendiri kursi kemudinya untuk mendapatkan kenyamanan selama berkendara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).