Aturan Uji Kendaraan Listrik Segera Keluar, Pelaksanaannya 2021

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Uji Tipe Mobil. - Gaikindo

    Uji Tipe Mobil. - Gaikindo

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan masih menanti harmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM terkait dengan aturan turunan dari Perpres No.55/2019 percepatan kendaraan listrik yang mengatur mengenai uji tipe kendaraan listrik.

    Direktur Sarana Transportasi Jalan, Dtjen Perhubungan Darat Kemenhub Sigit Irfansyah mengatakan pihaknya sudah menyelesaikan satu dari dua aturan turunan yang harus dikerjakannya dari aturan percepatan penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai.

    Menurutnya, kedua aturan tersebut yakni uji tipe kendaraan listrik dan uji berkala kendaraan umum listrik.

    "Uji tipe kendaraan listrik sudah di Kemenkumham. Kalau uji berkala menunggu dari kemenkumham kami adopsi lagi, jadi kami fokuskan meramu yang uji tipe dulu," tuturnya, Senin 27 Januari 2020.

    Dia menuturkan Kemenhub masih menanti hasil harmonisasi di Ditjen Administrasi Hukum Umum (AHU) sebelum nanti menomori Peraturan Menteri Perhubungan (PM) yang mengatur uji tipe kendaraan listrik tersebut. Setelah itu, ia melanjutkan Kemenhub akan menjadikan aturan uji tipe yang baru tersebut sebagai landasan membuat aturan uji berkala bagi kendaraan umum listrik berbasis baterai.

    Dia menegaskan ketika aturan sudah selesai dikeluarkan, balai pengujian kelaikan akan menyesuaikan kebutuhan alat yang digunakan untuk uji tipe kendaraan listrik. "Balai akan belanja alat, paling tidak ada waktu 2 tahun, artinya paling telat tahun depan," imbuhnya.

    Sepengetahuannya saat ini Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaran Bermotor belum menyesuaikan pagu anggarannya untuk pembelian alat baru. Namun, berdasarkan ketentuan, kalau ada regualsi baru diberikan waktu 2 tahun penyesuaian.

    Di sisi lain, dia bercerita mengenai kendaraan listrik yang sudah lolos uji tipe terakhir yakni Hyundai Ioniq.

    "Kalau kendaraan mungkin terakhir Hyundai Ioniq, hanya pra-test yang banyak silakan cari slot kosong. Pra-test lebih baik daripada uji tipe bayar mahal tidak lulus, biar diperbaiki itu baru hasil pra-tes lagi dilakukan perbaikan," jelasnya.

    Sigit mengungkapkan sudah banyak kendaraan listrik terutama sepeda motor listrik yang melakukan pra-test uji tipe kendaraan. Dia mengakui diantara berbagai kendaraan yang melakukan pra-test terdapat beberapa yang impor dari Cina.

    "Untuk yang impor dari Cina itu saya sarankan penyesuaian, misal jadi lampunya tidak terlalu lebar, terlalu terang atau terlalu redup," ujarnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.