Bos Lexus Sebut Pasar Mobil Mewah Tetap Stabil, Ini Penjelasannya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • General Manager Lexus Indonesia Adrian Tirtadjaja berpose di depan Lexus LC 500. Mobil sport mewah ini diluncurkan untuk pasar Indonesia dengan harga Rp 4,290 miliar. Jakarta, 26 Juli 2017. TEMPO/Wawan Priyanto

    General Manager Lexus Indonesia Adrian Tirtadjaja berpose di depan Lexus LC 500. Mobil sport mewah ini diluncurkan untuk pasar Indonesia dengan harga Rp 4,290 miliar. Jakarta, 26 Juli 2017. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga mobil mewah memang cukup tinggi namun pasarnya masih menjanjikan. General Manager Lexus Indonesia Adrian Tirtadjaja mengatakan bahwa pasar mobil mewah pada tahun ini diperkirakan berjalan stabil meski pangsa pasar tidak terlalu besar.

    Di sisi lain, tambahnya, penyelenggaraan regulasi tax amnesty yang diterapkan oleh pemerintah sebelumnya dinilai berdampak signifkan terhadap pasar mobil mewah. "Tax amnesty membuat para orang kaya tidak ragu dalam melakukan pengeluaran di Indonesia," ucap Adrian saat dihubungi Bisnis, Jumat 31 Januari 2020.

    Andrian mengungkapkan tingkah laku orang kaya di Indonesia turut memengaruhi stabilitas penjualan pada segmen tersebut. "Di Lexus, jika mereka happy, mereka akan beli mobil. Apabila stres karena kondisi bisnis, hiburannya juga di mobil juga sebagai penyaluran hobi. Ini yang menurut saya membuat pasar luxury selalu stabil," ujarnya.

    Pada 2019, Lexus Indonesia mencatatkan penjualan sebanyak 1.354 unit atau naik 2,03 persen dari total penjualan pada 2018 yang terhitung 1.327 unit. Kinerja penjualan tersebut ditopang oleh peningkatan pelayanan kepada pelanggan.

    Adrian menyatakan bahwa Lexus tidak berfokus terhadap angka penjualan, melainkan bertumpu pada pengembangan layanan dan privilege bagi pelanggan.

    "Kami tidak bermain pada persaingan harga, tetapi bagaimana membuat pengalaman luar biasa dari setiap satu per satu pelanggan kami. Oleh karena itu, esensi pasar luxury dalam mengelola sebuah brand value," tuturnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.