Kia Seltos Disarankan Pakai BBM Pertamax, Ini Kisaran Konsumsinya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Test drive KIA Seltos di Pantai Indah Kapuk, Jakarta, 31 Januari 2020. TEMPO/Wira Utama

    Test drive KIA Seltos di Pantai Indah Kapuk, Jakarta, 31 Januari 2020. TEMPO/Wira Utama

    TEMPO.CO, Jakarta - All New Kia Seltos dibekali mesin 1.4 liter turbo direct injection. Research Octane Number atau RON 91 menjadi standar penggunaan bahan bakar. Konsumsi bahan bakar diklaim berada pada kisaran 1 liter per 17 kilometer.

    "Kalau dari pengujian internal (Kia Motors) itu bisa kombinasi 1:16 sampai 1:17. Tapi kalau di sini bisa beda-beda. Banyak faktor, seperti bahan bakar dan temperatur suhu,"ujar Product Planning PT. Kreta Indo Artha (KIA Indonesia), Harry Yanto, di sela-sela acara Test Drive Kia Seltos di Kawasan Mall Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Jumat, 31 Januari 2020.

    Tapi itu semua relatif, kata Harry. Menurut dia, misalnya mobil berjalan dalam kecepatan 100 km perjam pada mode normal. Kemudian pengemudi memindahkan ke mode sport, maka otomatis gigi berpindah dan bisa menyerap bahan bakar yang besar.

    "Jadi saya tidak bisa mengatakan angka pasti karena sulit. Banyak faktor lah, termasuk kualitas bahan bakar juga,"ujarnya.

    Harry mengatakan bahwa kalau kita membuka tangki Kia Seltos, di situ tertera minimal RON 91. Oleh karena itu, pengguna SUV dengan harga Rp 355 juta (trim termahal) ini disarankan menggunakan Pertamax dari Pertamina, Shell Super dari Shell, atau Perfomance dari Total.

    "Minimal pake Pertamax lah, kalau mau pake Pertalite bisa juga. Tapi jangan sering lah. Minimum 91,"ujarnya.

    Yang jelas satu lagi, kata Harry, Kia Seltos disebutnya menggunakan mesin turbo direct injection. Oleh karena itu emisinya rendah.

    "Kenapa, karena bahan bakar langsung di atas busi. Kemarin waktu kita cek, emisinya 0.045 sekian. Rendah banget lah karena pake turbo juga yang kita tahu bisa memperbaiki pembakaran,"ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.