Astra Honda Motor Belum Akan Pasarkan Sepeda Motor Listrik

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sepeda motor Honda PCX Electric diluncurkan di Jakarta, Kamis 31 Januari 2019. Honda PCX Electric merupakan sepeda motor listrik pertama Honda untuk Indonesia yang 100 persen menggunakan sumber tenaga baterai listrik. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    Sepeda motor Honda PCX Electric diluncurkan di Jakarta, Kamis 31 Januari 2019. Honda PCX Electric merupakan sepeda motor listrik pertama Honda untuk Indonesia yang 100 persen menggunakan sumber tenaga baterai listrik. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaku industri sepeda motor belum akan  memasarkan produk motor listrik kepada konsumen banyak dalam waktu dekat kendati Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan insentif berupa pembebasan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) untuk mobil dan sepeda motor listrik.

    PT Astra Honda Motor (AHM) menilai kebijakan tersebut positif untuk mendukung perkembangan motor listrik. Hanya saja, pihak AHM masih belum berencana untuk menjual motor listrik ke konsumen.

    Saat ini pihak AHM baru memasarkan motor listrik Honda PCX Electric secara business to business atau B2B melalui skema rental kepada aplikasi ojek online, yakni Gojek dan Grab.

    "Tentu salah satu kebijakan positif mendukung dari perkembangan motor listrik. Tentu tidak hanya aturan itu satu-satunya," kata Direktur Pemasaran AHM, Thomas Wijaya di Jakarta, Selasa, 4 Februari 2020. 

    Menurut dia masih banyak faktor yang perlu diperhitungkan untuk memasarkan motor listrik ke konsumen. Salah satu faktor yang dimaksud adalah infrastruktur.

    "Tentu tidak hanya aturan itu satu-satunya tentu perlu perangkat aturan lainnya yang dibutuhkan terhadap konsumen, infrastruktur juga limbahnya (baterai) seperti apa," kata dia.

    Kendati demikian, Thomas tidak menutup kemungkinan bagi pihak yang ingin bekerjasama untuk mengembangkan studi terkait motor listrik.

    Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan payung hukum berupa Peraturan Gubernur (Pergub) No. 3/2020 tentang Insentif Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) atas Kendaraan Bermotor Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan. Beleid itu mengatur insentif pembebasan BBNKB untuk motor dan mobil listrik.

    Anies menuturkan insentif gratis BBNKB diberikan untuk kegiatan jual-beli, tukar-menukar, maupun pemberian warisan dan hibah kendaraan berbasis listrik. Selain kendaraan pribadi, Aturan tersebut berlaku untuk semua jenis angkutan umum.

    Anies menegaskan beleid tersebut hanya berlaku untuk kendaraan listrik yang digerakkan dengan sumber daya dari baterai, baik dari kendaraan maupun dari luar.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.