Xpander Cross Terjual 2.200 Unit, Paling Laris Varian Tertinggi

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mitsubishi Xpander Cross. TEMPO/Wira Utama

    Mitsubishi Xpander Cross. TEMPO/Wira Utama

    TEMPO.CO, Lombok - Mitsubishi Xpander Cross yang diluncurkan November 2019 lalu diklaim sudah terjual lebih dari 2.000 unit. Tipe tertinggi atau Leather Seat Premium Package (A/T) paling laris.

    "Sampai Desember hampir 2.200 unit (retail sales) Paling banyak tipe tertinggi,"ujar Head of Sales & Dealer Management Region 3, Ilham Iranda Syahputra.

    Total SPK masuk sudah hampir 3.000 unit, kata Ilham. Namun untuk beberapa daerah, Xpander Cross tipe tertinggi masih harus inden dengan waktu hampir dua bulan. "Tiga daerah (Sumatera, Makassar, dan Kalimantan) untuk trim premium itu masih inden. Indennya maksimal dua bulan,"ucapnya.

    Mitsubishi Xpander Cross. TEMPO/Wira Utama

    Adapun penyebab inden lebih kepada permintaan trim tertinggi yang melebihi prediksi. Kata Ilham, Xpander Cross punya proporsi produksi mulai paling rendah hingga tertinggi. Tapi setelah dijual, pemesan trim tertinggi paling banyak. "Akhirnya inden muncul," ujarnya.

    Fenomena ini kata dia mirip dengan Pajero Sport sebelummya. Ketika trim Dakar muncul, pelan-pelan trim Exceed mulai menurun. "Rata-rata konsumen kita ingin top varian,"ujarnya.

    Xpander Cross sendiri ditawarkan dalam tiga pilihan tipe. Diantaranya tipe A/T, M/T, dan A/T dengan tambahan paket leather seat premium package. Untuk harga leather seat premium package A/T dibanderol Rp 286.7 juta, untuk tipe Standar A/T Rp. 277.7 juta, dan tipe Standar M/T Rp 267.7 juta. Khusus trim tertinggi mendapat sentuhan khusus, berupa jok kulit dual tone, engine hood emblem, dan paket kaca film V-kool.

    Terkait itu, Ilham menegaskan bahwa Xpander Cross sudah mencapai target. Dari awalnya 2.000 unit, saat ini sudah hampir 2.200 unit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.