Truk Mitsubishi Lawas Bisa Pakai BBM B30 Ganti Filter, Harganya..

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petinggi PT Krama Yudha Tiga Berlian dalam Gathering Media di Hotel Novotel, Jakarta, Selasa 11 Februari 2020. TEMPO/Eko Ari

    Sejumlah petinggi PT Krama Yudha Tiga Berlian dalam Gathering Media di Hotel Novotel, Jakarta, Selasa 11 Februari 2020. TEMPO/Eko Ari

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Krama Yudha Tiga Berlian selaku distributor truk dan bus Mitsubishi Fuso menyatakan telah siap menghadapi kebijakan pemerintah untuk menyesuaikan bahan bakar Biodiesel 30. Ia menyiapkan suku cadang agar mobil model lama bisa mengikuti kebijakan pemerintah tersebut. 

    Yogi Krisdian, After Sales Business Development Department Head KTB mengatakan ada sejumlah perubahan pada perangkat filter bahan bakar. Diantaranya dari penyesuaian pada filter yang lebih besar. "Misalnya pada model Fighter akan ada tambahan filter menjadi 3 filter," ujarnya.

    Saat ini, perangkat ini tersedia di sejumlah diler Mitsubishi. Konsumen, kata dia, tinggal datang ke bengkel untuk modifikasi. Penyelesaian hanya membutuhkan waktu sekitar 3 jam. "Jadi bisa ditunggu," ucapnya.

    Soal biayanya, Yogi mengatakan bisa dilihat ke bengkel terdekat. Namun, ia memberikan kisaran biayanya. "Ya sekitar Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta," ujarnya. Perbaikan ini sesuai dengan apa yang masuk dalam buku manual.

    Duljatmono Marketing Director and Marketing Division PT Krama Yudha Tiga Berlian mengatakan  selalu mengikuti perkembangan kebijakan pemerintah. Sejak 2016, KTB melakukan penyesuaian BBM B20 untuk Colt Diesel. "Kami selalu mengikuti kebijakan pemerintah," katanya

    Sedangkan penyesuaian dengan kebijakan B30, Duljono membutuhkan waktu sekitar enam bulan pada 2019. "Kita melakukan uji dulu pada B30 kita tambah menjadi 3 filter," katanya. Namun soal kesiapan B40, ia belum bisa memastikan karena belum mengetahui spek dari pemerintah. "Intinya nanti kita pelajari dan uji untuk melakukan modifikasi."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.