Suzuki Jimny Dimensi Panjang 5 Pintu Dirumorkan Akan Hadir 2021

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rendering Suzuki Jimny empat pintu oleh X-Tomi Design. (X-Tomi Design)

    Rendering Suzuki Jimny empat pintu oleh X-Tomi Design. (X-Tomi Design)

    TEMPO.CO, New Delhi - Kabar tentang rencana menghadirkan Suzuki Jimny dengan 5 pintu telah lama beredar. Kini rumor itu hadir lagi saat Maruti Suzuki, APM Suzuki Inda meluncurkan Suzuki Jimny Sierra dalam ajang Auto Expo 2020. Banyak para penggemar menunggunya karena dengan 5 pintu otomatis dimensi Jimny juga melar.

    Menurut sumber yang memiliki hubungan dekat dengan Maruti Suzuki, mengatakan Jimny Sierra baru, model lima pintu, akan dijual di pasar India pada 2021. Sumber tersebut menyebut pilihan lima pintu karena permintaan untuk model tiga pintu masih renda. Dia menambahkan Maruti memutuskan untuk merilis model lima pintu karena melihat potensi penjualannya sangat tinggi.

    Informasi yang beredar bahwa dimensi model 5-pintu dengan ukuran panjang 3.645mm x lebar 1.645 mm x tinggi 1.720 mm, dengan jarak sumbu roda 2.250 mm dan jarak ground minimal 210 mm. Sudut rake 37 derajat, ramp breakover 28 derajat, departure angle 49 derajat.

    Mengenai interior, ruang kursi belakang akan meningkat dan kapasitas bagasi juga meningkat, tetapi dapat dipastikan bahwa kapasitas bagasi saat ruang bagasi 85L dan kursi belakang dimiringkan ke sisi depan akan lebih besar dari 377L.

    Mesin tidak berbeda dengan model 3 pintu, dan ada rumor bahwa model 2WD akan muncul sebagai versi murah. Mesin mengandalkan kapasitas 1.5 liter dengan output maksimum 102 ps dan torsi maksimum 130 Nm. Transmisi dapat dipilih dari MT 5-kecepatan atau 4-kecepatan, dan sistem drive akan dilengkapi dengan 4WD ada kemungkinan kehadirna 2WD.

    Model ini kabarnya akan diproduksi di pabrik Suzuki Hansarpur, Gujarat di India, bukan pabrik Kosai di prefektur Shizuoka.

    CREATIVE TREND


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.