Virus Corona, KTB Tak Mau Merivisi Target Jualan Mitsubishi Fuso

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Truk listrik Mitsubishi Fuso eCanter di GIICOMVEC 2020. 5 Maret 2020. TEMPO/Wira Utama

    Truk listrik Mitsubishi Fuso eCanter di GIICOMVEC 2020. 5 Maret 2020. TEMPO/Wira Utama

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) tidak akan merevisi target penjualan 2020 akibat merebaknya virus corona. Tahun ini, KTB memiliki target penjualan sebanyak 46.900 unit yaitu Colt Diesel sebanyak 40.400 unit, Mitsubishi Fuso dan Fighter sebanyak 6.500 unit. "Cukup positif ya, karena memang situasinya relatif sama dengan 2019," ujar Marketing Director KTB, Duljatmono, beberapa waktu lalu.

    Di luar situasi force majeure, kata Duljatmono, yang terjadi pada Januari dan Februari, termasuk pengumuman mendadak soal korban virus corona di Indonesia, KTB memperkirakan pangsa pasar kendaraan komersial akan naik 7 persen dari tahun sebelumnya. Begitu pun untuk Mitsubishi Fuso yang diklaim akan tumbuh sekitar 10-12 persen.

    "Bagi kami yang penting market share 46 persen, jadi total volumenya tidak berubah, tetap 46.900 unit," ucapnya.

    Hal yang mendasari KTB tetap percaya diri mencapai target ada beberapa hal. Pertama, kata Duljatmono ada sektor bisnis logistik yang masih stabil dan komitmen pemerintah untuk terus melanjutkan pembangunan. "Kontribusi paling besar itu datang dari sektor bisnis logistik dan sampai sekarang sektor ini masih stabil. Jadi kita harap pertumbuhan dari situ," kata dia.

    Angin segar lainnya datang dari komitmen pemerintah untuk terus melanjutkan pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan sebagainya. Dari situ, KTB melihat ada peluang untuk menunjang penjualan kendaraan komersil. "Kami juga memantau dari waktu ke waktu untuk sektor lainnya, khususnya dari sektor bisnis komoditi," ujar dia.

    Terkait target 46.900 unit, KTB menganalisa data performa pasar selama 2019. Di mana total kendaraan niaga yang berhasil dipasarkan sebanyak 94.323 unit atau menurun 19 persen dibanding tahun sebelumnya yaitu 116.421 unit.

    Sementara Mitsubishi Fuso mendominasi pasar kendaraan niaga dengan market share sebesar 44,2 persen atau setara dengan 41.736 unit. Secara detail, produk Colt Diesel 36.575 unit dengan market share 55,4 persen di segmen LDT dan segmen Truk Fuso dan Fighter sebanyak 5.161 unit dengan market share 23,4 persen.

    Peningkatan market share di segmen MDT tak lepas dari kontribusi produk Fighter yang mendapat respons positif sejak pertama kali dipasarkan pada awal tahun 2019. Total saat ini sudah ada 16 varian Fighter yang akan bersaing meraup peluang bisnis di berbagai sektor. Mulai logistik, infrastruktur hingga agrikultur.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.