BYD Hadirkan Baterai Tipis Namun Kemampuan Naik 50 Persen

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo mobil listrik BYD. TEMPO/Wawan Priyanto

    Logo mobil listrik BYD. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, JakartaBYD, salah satu produsen mobil Cina yang menggarap pasar mobil listrik meluncurkan baterai dengan nama blade. Dikutip dari asiatimes.com, baterai jenis ini bisa meningkatkan kepadatan energi per unit volume hingga 50 persen.

    BYD juga menyempurnakan tingkat keamanan dan bahkan, baterai ini dapat digunakan hingga 600 kilometer. BYD menyatakan bahwa baterai ini mulai diminati pabrikan mobil lantaran hemat ruang. “Hampir semua pembuat mobil yang pernah Anda dengar berbicara dengan kami dalam hal kerja sama teknis,” kata He Long, President of BYD’s battery business unit FinDreams.

    Dia mengatakan BYD sudah mulai memproduksi baterai blade di pabriknya di Chongqing, Cina. Struktur dan bahan yang digunakan membuat baterai lithium iron phosphate jauh lebih aman daripada baterai lithium ternary biasa, yang mengungguli dalam jangkauan tetapi memiliki stabilitas termal yang buruk, kata laporan itu.

    Chairman BYD Wang Chuanfu mengatakan baterai lithium besi fosfat adalah produk utama dalam tahap awal pengembangan sektor mobil listrik, tetapi karena pelanggan menginginkan mobil dengan rentang yang lebih panjang, banyak pembuat mobil secara bertahap menggantinya dengan produk lithium ternary.

    "Tetapi penggunaannya yang meluas telah mengakibatkan meningkatnya kecelakaan kebakaran kendaraan listrik," kata Wang.

    Ouyang Minggao, seorang profesor teknik mobil di Universitas Tsinghua, mengatakan pelanggan paling khawatir tentang keselamatan ketika mereka mempertimbangkan mobil listrik, terutama setelah sejumlah kecelakaan kebakaran terjadi tahun lalu.

    Baterai blade telah melewati kondisi uji ekstrem, seperti dihancurkan, ditekuk, dipanaskan dalam tungku hingga 300° C dan diisi berlebihan hingga 260 persen. Baterai Ini juga berhasil melewati tes penetrasi kuku, yang dipandang sebagai cara paling ketat untuk menguji pelarian termal baterai.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.