Dihantam Corona, Penjualan Mobil Mewah Hongqi Malah Naik

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Limosin baru buatan produsen asal Cina Hongqi L4. Sumber: carscoops.com

    Limosin baru buatan produsen asal Cina Hongqi L4. Sumber: carscoops.com

    TEMPO.CO, Changchun - Produsen mobil mewah asal Cina, Hongqi, mengumumkan penjualan sebesar 25 ribu unit mobil pada kuartal pertama tahun ini. Angka itu, meningkat 88 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pencapaian Hongqi ini tentu di luar ekspektasi mengingat sejak dihantam wabah corona, penjualan mobil di Cina secara keseluruhan anjlok hingga 80 persen pada Februari 2020. 

    Dikutip dari Kantor Berita Xinhua, Rabu, 1 April 2020, Hongqi juga disebut memperluas jaringan penjualannya, termasuk secara online yang semakin marak setelah wabah corona. 

    Hongqi memenuhi target penjualan 2019 untuk 100.000 mobil dan telah menggandakan target untuk 2020. Merek ini berencana untuk meluncurkan 21 model baru, sebagian besar hybrid listrik atau bahan bakar-listrik, dalam lima tahun ke depan. Hongqi juga menargetkan penjualan sebanyak 600 ribu unit pada 2025.

    Satu model terbaru yang bakal masuk jalur produksi adalah SUV listrik E115. Hongqi tak menyebut tanggal pasti peluncuran model ini tapi mengutip Auto163.com, Hongqi menargetkan produksi sebanyak 51.500 unit dalam enam bulan pertama. 

    Target ini cukup ambisius mengingat permintaan mobil listrik di Cina saat ini sedang melambat. 

    Hongqi E115 pertama kali dipamerkan di Guangzhou Auto Show pada 2019, kemudian berlanjut di kemunculan perdana di Eropa dengan mengikuti pameran Frankfurt Motor Show di tahun yang sama.

    Model ini diperkirakan memiliki dimensi panjang 5.160mm, lebar 1.730mm, dengan  wheelbase 3.250mm. E115 akan digerakkan oleh sepasang motor listrik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.