Dihantam Corona, Penjualan Mobil Honda Maret 2020 Turun Tipis

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • All New Honda Brio. 17 Oktober 2018. TEMPO/Wawan Priyanto.

    All New Honda Brio. 17 Oktober 2018. TEMPO/Wawan Priyanto.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasar otomotif nasional pada bulan Maret 2020 mulai terdampak oleh pembatasan aktivitas akibat wabah virus corona (COVID-19). Secara total, penjualan wholesales mobil Honda sepanjang Maret ini sebanyak 10.657 unit.  Angka ini turun 11 persen dari bulan sebelumnya. 

    Business Innovation and Marketing & Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM), Yusak Billy, mengatakan bahwa kontributor terbesar penjualan di bulan Maret masih berasal dari Honda Brio sebanyak 5.444 unit, diikuti Honda HR-V sebanyak 1.880 unit, Honda CR-V sebanyak 1.151 unit dan Honda Jazz sebanyak 820 unit. Sementara itu, Honda Mobilio terjual sebanyak 745 unit, Honda BR-V sebanyak 390 unit, dan Honda Civic Hatchback RS sebanyak 103 unit.

    Sedangkan di jajaran mobil premium, Honda Civic Sedan mencatat penjualan sebanyak 52 unit disusul Honda Odyssey sebanyak 28 unit, Honda City sebanyak 22 unit, Honda Accord sebanyak 20 unit dan Honda Civic Type R sebanyak 2 unit.

    Billy menyampaikan bahwa dalam kondisi pasar yang sedang turun saat ini, sangat penting bagi perusahaan untuk tetap menjaga level stok dan pasokan ke konsumen agar tetap seimbang dengan permintaan pasar. "Kami akan melakukan penyesuaian dengan menghentikan sementara aktivitas produksi di pabrik selama 14 hari, mulai 13 April 2020," kata Billy dalam keterangan resmi yang diterima Tempo, Jumat, 3 April 2020. 

    Selama masa ini, lanjut dia, hanya lini produksi yang berhenti beroperasi sementara operasional lain di pabrik dan Head Office masih tetap berjalan sesuai dengan aturan pemerintah terkait virus corona.

    "Kami juga terus memonitor permintaan di pasar untuk mempersiapkan strategi yang tepat dalam menjalankan aktivitas produksi di bulan-bulan mendatang,” ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.