Helm Shark SKWAL2 Pakai LED, Futuristik dan Lebih Aman

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Helm Shark SKWAL2 kini hadir dengan lampu LED lebih keren dan mampu meningkatkan keselamatan. Sumber: motorcycle.com

    Helm Shark SKWAL2 kini hadir dengan lampu LED lebih keren dan mampu meningkatkan keselamatan. Sumber: motorcycle.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Selama ini helm-helm berlomba-lomba membuat teknologi yang menjamin keamanan penggunanya. Mulai dari bahan helm hingga tali pengikat yang mampu memberikan perlindungan yang memadai.

    Shark salah satu produsen helm asal Prancis menghadirkan teknologi yang unik yaitu penggunaan lampu LED pada model SKWAL2. Selama ini memang ada helm yang menggunakan lampu bahkan sein namun posisinya di bagian belakang. Kini, Shark menghadirkan di bagian depan untuk menambah tampilan helm makin keren dan melindungi penggunanya.

    Hanya saja SKWAL2 baru tersedia dalam warna Matte Grey dengan LED putih. Helm SKWAL2 menampilkan empat lampu LED terintegrasi pada ventilasi dagu dan dahi, serta di kedua sisi spoiler belakang. Dikembangkan dengan mempertimbangkan pengendara, helm ini memberikan perlindungan terbaik sekaligus meningkatkan visibilitas.

    Lampu bisa menyala secara permanen atau diatur untuk berkedip. Usia baterai pada LED adalah hingga delapan jam jika diatur untuk menyala secara permanen dan hingga 12 jam jika diatur untuk berkedip, baterai diisi menggunakan kabel USB.

    Meskipun teknologi baru dan baterai LED, helm tetap ringan dan juga dilengkapi sistem visor baru, Autoseal, yang menggunakan visor yang membuatnya sempurna tak mampu diterobos air saat hujan maupun embun dan mengurangi kebisingan. SKWAL 2 tersedia dalam 4 warna polos dan 7 grafik berbeda termasuk beberapa desain replika MotoGP yang dijual mulai mulai dari $ 259,99 atau sekitar Rp 4,2 jutaan.

    MOTORCYCLE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.