Hyundai Santa Fe Akan Dipermak, Tampilan Depan Berubah

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hyundai Santa Fe 2021. Sumber: motor1.com

    Hyundai Santa Fe 2021. Sumber: motor1.com

    TEMPO.CO, JakartaHyundai Santa Fe adalah salah satu SUV yang cukup laris. Di Indonesia, Hyundai Santa Fe dijual dengan mesin diesel 4-silinder 2.199 cc CRDi turbocharger (e-VGT) dan mesin bensin Theta II 4 silinder 2.359 cc MPI (Multi Point Injection) D-CVVT (Dual Continuous Variable Valve Timing). Hyundai Santa Fe dijual mulai harga Rp 526 juta hingga Rp 643 juta.

    Di negara asalnya Korea, Hyundai Santa Fe 2021 sedang menjalani pengujian. Mobil ini tertangkap kamera dengan menggunakan kamuflase dan lakban hitam. Dari bentuknya fisik bodi, diduga tidak mengalami perubahan dimensi secara signifikan.

    Dari tampilan tertutup tersebut, masih bisa dilihat bahwa gril akan bertambah besar sementara desain lampu bermodel split headlight. Desain bemper juga sedikit mengalami perubahan. Pada bagian belakang juga tertutup rapat namun diprediksi lampu belakang dan bumper akan mengalami perubahan juga.

    Hyundai Santa Fe 2021. Sumber: motor1.com

    Soal interior masih belum terungkap. Hanya saja, informasi yang berkembang bahwa mobil ini akan mendapat upgrade dari perangkat lunak sistem infotainment baru dan lapisan pelapis jok baru.

    Nah salah satu yang kemungkinan mengalami perubahan adalah mesinnya. Saat ini mesin Santa Fe masih mengandalkan mesin diesel dan mesin bensin. Namun pada Santa Fe facelift 2021 akan menggunakan mesin hybrid atau plug-in hybrid. Hal ini dimungkinkan karena tuntutan dan standar emisi di sejumlah negara terutama Eropa menuntut mesin yang ramah lingkungan.

    Kapan Santa Fe 2021 akan meluncur adalah menjelang akhir tahun atau awal tahun depan.

    CARSCOOPS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.