Penjualan Sepeda Motor Global Anjlok Dihantam Pandemi Corona

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang model berpose di atas motor Ducati Panigale 959 yang dipamerkan dalam pembukaan Milan Motorcycle Show di Milan, Italia. EICMA (Esposizione Internazionale Ciclo Motociclo e Accessori), atau Milan Motorcycle Show merupakan pameran dagang tahunan yang memamerkan sejumlah sepeda motor terbaru. eicma.it

    Seorang model berpose di atas motor Ducati Panigale 959 yang dipamerkan dalam pembukaan Milan Motorcycle Show di Milan, Italia. EICMA (Esposizione Internazionale Ciclo Motociclo e Accessori), atau Milan Motorcycle Show merupakan pameran dagang tahunan yang memamerkan sejumlah sepeda motor terbaru. eicma.it

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebelum Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan COVID-19 sebagai pandemi, pakar keuangan telah memprediksi bahwa wabah yang disebabkan virus corona baru itu akan menyebabkan krisis global.

    Seperti dilansir dari Ride a Part, kebijakan produsen dan dealer perusahaan otomotif menerapkan layanan pelanggan jarak jauh, berdampak besar pada penurunan dalam produktivitas dan penjualan kendaraan .

    Penjualan kendaraan roda dua secara global tersandung pada 2019, dengan munculnya virus corona baru. Itu bisa dilihat dari penurunan lebih lanjut untuk pasar seperti di India dan kontraksi sektor yang sebelumnya tumbuh di Eropa.

    Di India, sebagai pasar sepeda motor terbesar di dunia, produsen dalam negeri mereka mengalami penurunan tajam pada bulan Maret. Angka penjualan dari tahun-ke-tahun menurun untuk Hero MotoCorp (-43 persen), Royal Enfield (-44 persen), Bajaj (-55 persen), dan TVS Motor Company (-62 persen). Di sisi lain, Honda Motorcycle & Scooter India berhasil meningkatkan penjualan sebesar 10 persen.

    Adapun Suzuki India yang mengalami penurunan beberapa bulan terakhir, dikabarkan telah melaporkan peningkatan sebesar  5,7 persen selama tahun 2019-2020.

    "Kami senang untuk menutup tahun ini dengan catatan positif dengan pertumbuhan 5,7 persen. Di tengah langkah pencegahan yang diambil setelah pandemi COVID-19," kata Direktur Manajer Suzuki India, Koichiro Hirao,Hirao.

    Sementara itu, pasar sepeda motor Eropa khusunya di Italia, anjlok hingga 66 persen. Pembelian skuter dan moped turun 62 persen dan penjualan sepeda motor jatuh hingga angka 69 persen. Meski begitu, pasar sepeda motor Italia sempat mengalami pertumbuhan di bulan Januari dan Februari tahun 2020.

    Secara keseluruhan penjualan untuk kuartal pertama 2020, Italia hanya turun 24 persen dibandingkan tahun lalu. Terlepas dari pembelian yang sedikit, BMW R 1250 GS menjual unit terbanyak.

    Hingga saat ini sebagian besar pabrik dan dealer sepeda motor masih tutup. Produsen tetap optimis bahwa industri akan bangkit kembali setelah penutupan dan langkah-langkah social distancing berakhir.

    MOTOR1 | RIDE A PART


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.