Corona, Penjualan Mobil Diperkirakan Melambat Mulai April 2020

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan pengunjung memadati ruang pamer kendaraan di ajang pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) ke-27 tahun 2019 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Minggu, 21 Juli 2019. ANTARA

    Ribuan pengunjung memadati ruang pamer kendaraan di ajang pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) ke-27 tahun 2019 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Minggu, 21 Juli 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, JakartaPenjualan mobil pada kuartal pertama atau Januari - Maret 2020 relatif masih aman. Total penjualan mobil Januari-Maret 2020 berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencapai 236.825 unit. Khusus wholesales Maret 2020 mencapai 76.800 unit.

    Meski demikian, penurunan penjualan mobil akibat pandemi virus corona diprediksi terasa mulai April 2020. Sejumlah agen pemegang merek mulai merasakan dampaknya.

    "April akan turun besar sekali. Saya perkirakan bisa turun lebih dari 60 persen untuk pasar domestik," kata Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra saat dihubungi Tempo, Senin, 20 April 2020.

    Adapun data penjualan retail Daihatsu per Januari hingga Maret mencapai 39.186 unit. Sedangkan angka penjualan retail pada periode yang sama tahun lalu sebanyak 47.490 unit.

    Honda Prospect Motor atau HPM juga merasakan hal serupa. Penjualan Januri - maret 2020 turun sekitar 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

    Public Relations A. Manager Honda Prospect Motor, Yulian Karfili
    saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa melihat kondisi saat itu, Honda akan terus memonitor perkembangan pasar. Adanya peningkatan pembatasan aktivitas konsumen, kata Arfi menjadi penyebab utama anjloknya penjualan kendaraan. 

    "Sepertinya tren ini masih akan berlanjut di bulan April, tapi kami terus memonitor kondisi yang bisa saja berubah dengan cepat ini," ujarnya kepada Tempo.

    Adapun angka retail penjualan Honda dari Januari sampai Maret 2020 mencapai 35.178 unit. Sedangkan di tahun sebelumnya, Honda sukses menjual sebanyak 40.197 unit.

    Suzuki Indomobil Sales juga tak luput dari ancaman anjloknya penjualan otomotif yang sudah di depan mata.

    Direktur Pemasaran 4W PT SIS Donny Saputra menyampaikan bahwa penjualan Januari-Maret 2020 masih relatif aman untuk Suzuki. Bahkan, kata dia, ada peningkatan pada Januari-Maret 2020 dibanding tahun lalu. Meski demikian, Ia tak menampik potensi penurunan pasar akan mulai menurun pada April 2020.

    "Poinnya kami monitor besaran dampaknya, akan tetapi seperti yang dikatakan Gaikindo market akan berkontraksi negatif. Selain hal itu, kami juga memberikan layanan khusus seperti home test drive, home service, dan beberapa pendekatan secara digital juga berjalan," kata Donny kepada Tempo.

    Adapun retail sales Suzuki per Januari - Maret 2020 mencapai 25.425 unit. Angka yang lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak Rp 23.567 unit. Kenaikan itu sepertinya tak lepas dari kehadiran produk baru dari Suzuki seperti Suzuki XL7 dan facelift Suzuki Ignis beberapa pekan lalu. "Bulan Maret, retail sales kami bagus, 7.161 unit," kata dia.

    Harapan Gaikindo

    Sekretaris Jenderal Gaikindo, Kukuh Kumara, menilai kinerja industri otomotif Indonesia memang terdampak dengan adanya pandemi COVID-19. Namun dia optimistis kondisi bisa kembali normal dengan asumsinya, pandemi bisa diatasi pada akhir bulan Mei 2020 atau awal Juni 2020.

    "Upaya recovery diharapkan bisa dimulai pada bulan Juli 2020, sehingga mulai Agustus 2020 kinerja Industri otomotif Indonesia mulai menunjukkan pemulihan walaupun belum sepenuhnya," kata dia.

    Usaha pembiayaan, kata dia, juga diharapkan bisa kembali bekerja normal. Sehingga pada tahun 2020 total penjualan bisa menncapai target yang sudah direvisi sekitar 600,000 unit.

    "Saat ini industri otomotif juga fokus untuk menghentikan penyebaran COVID-19 dengan mematuhi ketentuan atau protokol kesehatan," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.