Kisah Mobil Legendaris Shelby Cobra yang Jarang Diketahui Publik

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Shelby Cobra 289 1963. (Mecum Auction)

    Shelby Cobra 289 1963. (Mecum Auction)

    TEMPO.CO, JakartaShelby Cobra merupakan salah satu mobil ikonik yang tidak asing bagi pencinta otomotif. Mobil rancangan pembalap legendaris Inggris, Carroll Shelby, ini dengan bantuan dari Ford Motor Company, Amerika Serikat, pertama kali diperkenalkan pada 1962. 

    Kiprahnya mentereng, juara balap ketahanan Le Mans 24 Hours di Prancis, mengalahkan Ferrari yang begitu dominan ketika itu. 

    Setiap sosok Shelby memang selalu menarik untuk diulas. Terlepas dari itu, sejumlah fakta menarik seputar roadster mini ini.

    Dilansir dari Motorious.com, setidaknya ada 9 fakta tentang Shelby Cobra yang diklaim belum banyak diketahui banyak orang. 

    Untuk Bill Cosby Sang Komedian

    Carroll Shelby berteman dengan komedian Bill Cosby. Suatu hari, Shelby bertanya kepada Cosby mengapa ia mengendarai mobil Ferrari. Dari situ, Shelby kemudian meyakinkan, Cosby untuk mendapatkan CSX 3015 Super Snake, yang merupakan versi terakhir dari
    Cobra 427 competition roadster.

    Mobil itu hanya dibangun dua unit dan bernilai besar. Sayangnya, Cosby menjualnnya di Barrett-Jackson's Scottsdale dengan harga US$ 5,1 juta dengan alasan terlalu bertenaga alias cepat. Meski begitu, Shelby setidaknya berhasil membuat sang komedian itu untuk sesaat tidak mengendarai Ferrari.

    Mobil Shelby Cobra 289 1963 tampak belakang. (Mecum Auction)


    Terinspirasi oleh Orang Italia

    Anda mungkin sudah tahu Shelby Cobra menggunakan sasis AC Ace Rolling dengan mesin Ford V8 di bawah kapnya. Tapi mungkin Anda belum menyadari bahwa mobil ini memiliki desain yang mirip AC Ace dari AC Cars yang terinspirasi oleh Ferrari 166 MM Barchetta. Desain mobil ini tak lepas dari peram John Tojeiro, seorang perancang mobil Inggris yang menjual hak ciptanya kepada A.C Cars Lts. Tojiero menyebut roadster ini dengan Cooper-MG.

    Nyaris Bermesin GM

    Banyak mobil yang dibangun menggunakan mesin V8 Chevrolet. Tak terkecuali, Carroll Shelby yang sempat meminta agar mesin garang itu dipakai di mobil rakitannya. Namun, GM tidak setuju karena khawatir mobil itu mengancam pasar Chevrolet Corvette C2.

    Oleh karena itu, Shelby memilih Ford, yang memasok Windsor V8 baru. Jika saat itu, Shelby menggunakan mesin GM, tentu akan membuat kita bertanya-tanya, seperti apa jadinya Shelby Cobra dengan mesin Chevrolet.

    Cerita Palsu

    Apakah Anda pernah mendengar tentang bagaimana "Secret Weapon" Shelby Cobra Daytona Coupe dengan sasis CSX2286 yang dibuat khusus untuk Le Mans 24 Hours tahun 1964 dan trlibat dalam kecelakaan ketika sedang diangkut ke balapan. Ya, banyak orang mengulangi cerita legenda itu, tetapi itu benar-benar cerita karangan belaka.

    Shelby Cobra 289 1963. (Mecum Auction)

    Mobil itu disebut bahkan belum selesai pada waktunya untuk kompetisi. Beberapa orang berpikir, kisah itu dikarang Carroll Shelby sebagai cara untuk menyelamatkan muka setelah mobilnya tidak muncul untuk lomba yang berniat mempermalukan Ferrari di wilayahnya Italia.

    Meski begitu, Shelby akhirnya sukses mewujudkan mimpinya di ajang Le Mans 1966 dengan mengalahkan Ferrari. Film Ford vs Ferrari bisa jadi rujukan untuk mengetahui salah satu versi cerita tersebut.

    Mirip Konsep Corvette

    Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa Ford bereksperimen menggunakan sasis CSX dengan menciptakan konsep berbeda. Salah satu yang paling terkenal adalah Mercury Cougar II, terungkap kembali pada tahun 1963. Beberapa orang berpikir itu terlalu konservatif. Secara konsep ada kemiripan yang kuat dengan Chevrolet Corvette Stingray.

    Bukan Hardtop Pertama

    Anda mungkin berpikir Shelby Cobra Daytona Coupe adalah mobil roadster pertama yang diubah menjadi hardtop. Sayangnya klaim itu diragukan, sebab, AC Ace sudah pernah membuat versi fasttop hardtop pada tahun 1954. Mereka menyebutnya AC Aceca Coupe.

    Fokus Tuntutan Hukum

    Mereka mengatakan imitasi adalah bentuk sanjungan yang tulus, atau semacamnya. Tetapi Carroll Shelby dan rekan-rekannya jelas tidak setuju. Shelby American Inc dan Ford menggabungkan kekuatan pada awal 2000-an untuk membasmi model reproduksi AC Cobra.

    Ferrari 250 Testa Rossa telah dua kali memenangkan balapan 24 jam Le Mans. Mobil ini kemudian dibeli oleh orang Amerika Serikat dan memenangkan 16 balapan. Pada tahun 1967 disumbangkan ke Museum Henry Ford di Dearborn, Michigan, dan menjadi koleksi museum selama 30 tahun. dailymail.co.uk

    Beberapa tahun kemudian perusahaan menyelesaikan masalah ini di luar pengadilan. Untungnya Anda masih bisa mendapatkan Cobra reproduksi yang tidak akan dikenakan biaya ratusan ribu dolar atau lebih.

    Kekuatan Dominan

    Shelby Cobra adalah mobil legendaris Amerika dan itu datang dengan reputasi yang seharusnya. Alih-alih mengandalkan pemasaran yang mencolok, Carroll Shelby melakukan apa yang paling dikenalnya, membangun mobil-mobil yang menakutkan.

    Ford V Ferrari digadang-gadang menjadi salah satu kandidat kuat Oscars awal tahun depan.

    Selama bertahun-tahun, Cobra 427 tetap menjadi mobil performa paling kuat Amerika pada hampir setiap aspek. Misalnya, dengan paket competition diupgrade, mobil ini bisa mencapai kecepatan 0-60 mph hanya dalam waktu lebih dari 4 detik. Sebuah catatan yang mengerikan pada tahun 1960-an.

    Terlalu Bagus

    Terkadang Anda dapat memiliki terlalu banyak hal yang baik. Performa memang bagus, tetapi hanya jika Anda bisa mengatasinya. Banyak orang dengan kemampuan finansial melampaui kemampuan mengemudi mereka ketika mereka membeli Shelby Cobra. Mungkin mereka ingin mobil mahal agar terlihat bagus atau mereka pikir bahwa mereka bisa menangani mobil balap jalanan tersebut.



    MOTORIOUS.COM | WIRA UTAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.