Aprilia RS 250 Bekas Dijual Setara Harga Avanza, Ini Sebabnya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Motor Aprilia  RS 250 versi diablo gp1 merupakan replika motor balap GP250. Sumber: 2tcorner

    Motor Aprilia RS 250 versi diablo gp1 merupakan replika motor balap GP250. Sumber: 2tcorner

    TEMPO.CO, Jakarta - Aprilia RS 250 versi diablo gp1 ditawarkan di marketplace 2t Corner dengan harga Rp 225 juta. Replika Aprilia RSW 250 atau versi motogp 250 ini diklaim memiliki kecepatan mumpuni di kelasnya.

    "Dari segi desain memang tak semenarik motor Jepang, eperti Honda NSR 250. Tapi untuk speed boleh diadu, motor Italia ini top-speednya gila,"ujar admin 2t Corner, Richard William saat dihubungi Tempo, Rabu, 13 Mei 2020.

    Motor Aprilia RS 250 versi diablo gp1 merupakan replika motor balap GP250. Sumber: 2tcorner

    Richard menyebut jumlah unit Aprilia RS 250 versi diablo gp1 tak banyak, apalagi di Indonesia. Kata dia, populasi motor ini bisa dihitung jari. "Biasanya motor ini untuk koleksi aja, karena kelangkaanya,"ujarnya.

    Untuk harga, motor sport 2 tak ini dibanderol Rp 225 juta. Harga itu kata dia, sudah termasuk tambahan blok mesin dan piston baru yang baru saja diimpor dari Jepang. "Partnya mahal, blok mesin aja yang baru dibeli Rp 26 juta di e-bay. Jadi wajar kalau motor ini mahal harganya. Hanya para koletor yang sanggup,"kata dia.

    Motor Aprilia RS 250 versi diablo gp1 merupakan replika motor balap GP250. Sumber: 2tcorner

    Aprilia RS 250 sejatinya memakai basic mesin Suzuki RGV 250 VJ2. Namun untuk rangka, Aprilia merakit sendiri dengan brand Piaggio. Adapun orisinalitas motor ini diakui, Richard sudah tidak 100 persen. Sebagian sudah mendapat ubahan. "Motor ini sudah diganti beberapa part perfomance,"ujarnya.

    Di antaranya gas spontan Magura, kopling Accosatto, rem Brembo, master rem Yamaha R6, dan selang rem hel. Kemudian part silencer tyga, wind shield tyga, swing arm carbon cover tyga, air scope tyga, tutup tank tyga, spakbor depan, hugger, dan bodi tengah carbon.

    WIRA UTAMA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.