Lelang Motor Listrik Gesits Presiden Akan Diulang, Ini Sebabnya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Motor listrik merek Gesits milik Presiden Jokowi yang telah ditandatangani Presiden akan dilelang dalam konser virtual

    Motor listrik merek Gesits milik Presiden Jokowi yang telah ditandatangani Presiden akan dilelang dalam konser virtual "Berbagi Kasih Bersama Bimbo" pada Ahad, 17 Mei 2020. (Istimewa)

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan motor listrik Gesits milik Presiden Joko Widodo yang telah ditandatangani Presiden telah dilelang kembali dan pemenangnya akan diumumkan pada Jumat 22 Mei 2020 siang. Menurut dia, lelang tersebut dilakukan lagi setelah pemenang lelang sebelumnya, M. Nuh mengundurkan diri.

    "Bahkan ada yang 'ngebid' di batas Rp2,55 miliar setelah mendengar M. Nuh yang mengaku pengusaha asal Jambi itu mundur," kata Bamsoet kepada para wartawan di Jakarta, Jumat 22 Mei 2020.

    Dia mengaku banyak pengusaha yang menghubunginya mengajukan penawaran untuk memiliki motor listrik yang telah ditandatangani Presiden Jokowi tersebut.

    Menurut dia, peminat motor listrik Gesits milik Presiden itu sangat banyak dan mereka sangat ingin memiliki motor yang telah ditandatangani Presiden tersebut. "Mereka ingin memiliki motor dengan tanda tangan presiden yang akan menjadi kenangan dan koleksi seumur hidupnya," ujarnya.

    Dia mengatakan pemenang lelang dengan harga tertinggi akan diumumkan pada Jumat pukul 14.00 WIB. Menurut dia, sebenarnya pemenang lelang akan diumumkan pada Kamis (21/5) namun dibatalkan karena hari besar keagamaan. "Seharusnya kemarin (Kamis, 21/5) alan kami umumkan namun terbentur hari besar (keagamaan)," katanya.

    Sebelumnya, dalam konser amal virtual bertajuk Berbagi Kasih Bersama Bimbo pada Minggu digelar lelang motor listrik bermerek Gesits yang ditandatangani Presiden Joko Widodo.

    Dalam lelang tersebut, motor listrik Presiden Jokowi mampu terjual dengan harga Rp2,550 miliar yang dimenangkan M. Nuh yang mengaku sebagai seorang pengusaha dari Kampung Manggis, Jambi.

    M. Nuh mengalahkan Gabriele Mowengkang, seorang pengusaha Manado yang mengajukan penawaran Rp2,5 miliar, Maruara Sirait Rp2,2 miliar dan Warren Tanoe Soedibyo Rp1,550 miliar.

    Dalam perkembangannya, diberitakan bahwa M. Nuh diduga bukan seorang pengusaha namun merupakan buruh harian lepas yang tinggal di Jambi. M. Nuh juga sempat diminta keterangan oleh Polda Jambi terkait persoalan tersebut.

    Bamsoet mengatakan terkait pemeriksaan M Nuh oleh Polda Jambi, dirinya sudah mohon untuk dilepaskan. Menurut dia, pihaknya merasa tidak ada masalah dan tidak ada pihak yang dirugikan.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.