Pemerintah Akan Percepat Transfer Teknologi Baterai Mobil Listrik

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Shanghai Decent Investment (Group) Co., Ltd. bekerja sama dengan PT Bintang Delapan Investama mendirikan PT Sulawesi Mining Investment (SMI) di Indonesia pada 2009, dan mulai melakukan pengembangan terhadap tambang nikel seluas hampir 47.000 hektar di Kabupaten Morowali. - imip/BISNIS

    Shanghai Decent Investment (Group) Co., Ltd. bekerja sama dengan PT Bintang Delapan Investama mendirikan PT Sulawesi Mining Investment (SMI) di Indonesia pada 2009, dan mulai melakukan pengembangan terhadap tambang nikel seluas hampir 47.000 hektar di Kabupaten Morowali. - imip/BISNIS

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia harus fokus menjadi produsen baterai mobil listrik karena memiliki keunggulan bahan baku.

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan mengatakan pengembangan baterai lithium menggunakan raw material di Tanah Air sangat mungkin dilakukan. Indonesia kaya akan nikel dan kobalt sebagai dua bahan utama baterai kendaraan listrik (EV/electric vehicle).

    "Berdasarkan studi Mckinsey, Filipina itu nomor dua setelah Indonesia untuk nikel ore. Itu akan habis dalam dua tahun ke depan. Indonesia jadi pilihan dan negara lain akan bergantung kita [bahan baku baterai]," ujarnya dalam Forum Diskusi Online bertajuk Indonesia Moving Forward, pada Selasa, 2 Mei 2020. 

    Untuk itu, Luhut menyebutkan fokus pemerintah adalah melakukan percepatan transfer teknologi terkait nikel ore. Tujuan akhirnya adalah industri baterai mobil listrik cepat berkembang.

    Baterai merupakan komponen utama dalam mobil listrik. Kemampuan memproduksi baterai membuat Indonesia memiliki keunggulan utama dan dapat menarik lini pendukung lainnya.

    Luhut menyebutkan pengembangan di sektor transportasi juga akan meningkatkan konektivitas yang kini menjadi tantangan bagi negara kepulauan seperti Indonesia.

    Sedangkan energi terbarukan yang memanfaatkan letak geografis, termasuk penurunan emisi karbon melalui transportasi berbasis listrik juga akan menambah daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Survei Indikator Politik: Masyarakat Makin Takut Menyatakan Pendapat

    Berdasarkan hasil survei, sebagian masyarakat saat ini merasa tidak aman untuk menyampaikan pendapat secara terbuka.