Alasan Land Rover Seri 1 Bandel dan Sering Disebut Mobil Panci

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Land Rover Seri 1 yang diproduksi tahun 1948 milik sopir pribadi Sultan Hamengku Buwono X Budhi Santoso. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Land Rover Seri 1 yang diproduksi tahun 1948 milik sopir pribadi Sultan Hamengku Buwono X Budhi Santoso. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Salah satu pendiri Jogjakarta Land Rover Community (JLRC), Budhi Santoso mampu menjual Land Rover seri 1 lansiran tahun 1948 dengan harga cukup tinggi Rp 500 juta setara dengan harga mobil Mitsubishi Pajero baru. Ketua Umum JLRC Dede Baskoro menuturkan Land Rover Seri 1 diproduksi kurun waktu 1948-1950.

    Awalnya diproduksi, Land Rover bukanlah mobil untuk memasok kebutuhan militer. Melainkan hanya untuk membantu petani-petani di Inggris agar saat itu mudah membawa hasil panennya dari desa ke kota.

    Dede mengatakan mobil itu awalnya dibuat Rover Company, sebuah perusahaan mesin jahit di Inggris dengan body dari alumunium agar harganya terjangkau dibanding menggunakan bahan pelat besi.

    "Makanya Land Rover yang seri seri tua itu sering dijuluki mobil panci, karena bahannya alumunium, suhunya di dalam mobil bisa panas sekali," ujar Dede yang memiliki Land Rover Seri 2 seri 1964 itu.

    Kehandalannya dibuktikan oleh Budi. Ia mengungkapkan ia telah 24 tahun lebih merawat serta membawanya touring ke berbagai kota. Budhi mengatakan selama dimilikinya Seri 1 itu sangat jarang rewel. Mobil berkapasitas 2300 cc itu pun spare partnya masih sangat mudah didapatkan. "Yang penting oli selalu dijaga saja, mobil itu nggak rewel," ujar Budhi.

    Dede mengatakan Seri 1 Land Rover itu chassisnya masih menggunakan milik Jeep Willys untuk menekan biaya produksinya.

    Mesin Seri 1 sendiri sudah disokong dengan empat silinder walau dimensinya lebih kecil. Posisi head mesinnya miring dan disusun dengan tiga metal duduk. Beda dengan Land Rover versi militer yang disusun atas lima metal duduk.

    Land Rover sendiri, ujar Dede, masuk Indonesia pertama kali dibawa perusahaan Java Motor tahun 1960an. Saat itu yang dipasarkan Java Motor adalah Land Rover Seri 2.

    Sedangkan Seri 1 bisa masuk disinyalir karena dibawa oleh kalangan misionaris asal Belanda yang kebetukan bertugas di Indonesia.

    "Yang membedakan itu, Seri 1 dan 2 lampu depannya posisinya masih di tengah. Mulai seri 3 lampu depan itu bergeser ke pinggir," ujarnya.

    Land Rover Seri 1 dan 2 grill depannya juga masih berbahan pelat besi dan bisa dilepas pasang. Sejarahnya, grill depan itu dibuat dari besi dan bisa dicopot agar oleh para petani di Inggris bisa dipakai untuk membakar makanan.

    "Jadi pas di ladang, petani bisa bakar ikan, daging memakai grill dari besi itu," ujarnya.

    Dede menuturkan, tak ada patokan harga pasti untuk Seri 1 nan langka itu. Tergantung para pemiliknya memberi harga.

    Dede yang sudah 18 tahun menjadi Ketua Umum JLRC itu mengatakan Land Rover langka lain yang jadi buruan kolektor adalah mobil yang pernah dipesan BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) di tahun 1970 an. Land Rover BKKBN itu termasuk Seri 3.

    Saat itu BKKBN memesan 100 unit khusus langsung dari Land Rover Inggris. Mobil itu digunakan untuk berkeliling memutar film kependudukan di masa awal Orde Baru.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto