Jerman Siapkan Rp 7,9 Triliun untuk Charger Umum Mobil Listrik

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stasiun pengisian mobil listrik dari Start-up Jerman, e.Go Life di depan perusahaan e.GO Mobile AG di Aachen, Jerman, 9 Mei 2019. e.GO Life menawarkan empat tempat duduk yang sedikit lebih pendek dari Fiat 500 dan tersedia dalam tiga konfigurasi baterai berbeda. REUTERS/Wolfgang Rattay

    Stasiun pengisian mobil listrik dari Start-up Jerman, e.Go Life di depan perusahaan e.GO Mobile AG di Aachen, Jerman, 9 Mei 2019. e.GO Life menawarkan empat tempat duduk yang sedikit lebih pendek dari Fiat 500 dan tersedia dalam tiga konfigurasi baterai berbeda. REUTERS/Wolfgang Rattay

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perekonomian Jerman dikabarkan akan menyiapkan 500 juta euro atau sekitar Rp 7,9 triliun sebagai paket stimulus untuk mendukung peluncuran Stasiun Pengisian Daya Listrik Umum untuk mobil listrik di Berlin, Jerman.

    Dilansir dari Reuters, 10 Juni 2020, anggaran itu secara khusus ditujukan untuk memperluas infrastruktur kendaraan listrik. Rencananya pemerintah akan memasang sekitar satu juta unit SPKLU sampai tahun 2030.

    Langkah itu dinilai sebagai solusi dalam mengatasi kekhawatiran konsumen akan melonjaknya volume mobil listrik. Sejauh ini, mobil listrik diketahui baru menyumbang 0,6 persen kendaraan di jalan-jalan Jerman.

    Selain insentif untuk pengisi daya listrik untuk publik, anggaran sekitar 500 juta euro itu akan dialokasikan sekitar 1,5 miliar euro atau Rp 23,8 triliun untuk mendukung produksi baterai domestik. Adapun alokasi untuk penelitian dan pengembangan sekitar 2,6 miliar euro atau sekitar Rp 39,8 triliun.

    Sementara itu, perusahaan Energi, E.ON, juga menyerukan dukungan insentif untuk listrik rumah tangga. Sebagai bagian dari infrastruktur kendaraan listrik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.