Saingi Tesla, Pabrikan Jerman Ramai-ramai Bikin Mobil Listrik

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mercedes-Benz EQ di IIMS 2018. 28 April 2018. TEMPO/Khory

    Mercedes-Benz EQ di IIMS 2018. 28 April 2018. TEMPO/Khory

    TEMPO.CO, Jakarta - Produsen- produsen mobil mewah asal Jerman siap bersaing melawan Tesla di pasar mobil listrik dengan meluncurkan mobil nol emisi. 

    Mercedes-Benz Daimler, BMW dan Volkswagen Audi & Porsche telah memperkenalkan kendaraan SUV listrik pertama mereka dan dijadwalkan akan dirilis selama dua tahun ke depan. 

    "Akhirnya, sudah mulai!" ucap Pakar industri otomotif Ferdinand Dudenhoeffer, dikutip dari AFP, Sabtu, 29 September 2018.

    Mercedes-Benz mengeluarkan mobil listrik "EQC", sedangkan Audi meluncurkan "E-Tron". BMW juga telah menghadirkan "iNext", sementara Porsche memiliki coupe listrik bernama "Mission E".

    Baca: Tren Mobil Listrik, Pertamina Akan Produksi Baterai

    Asosiasi industri VDA mengatakan secara total, produsen mobil asal Jerman telah berjanji berinvestasi hampir 46,7 miliar dolar AS untuk kendaraan bertenaga baterai dalam tiga tahun mendatang.

    Dengan pangsa pasar sekitar delapan persen di Jerman - dibandingkan dengan Tesla 0,1 persen - Audi berharap mobil listrik akan mencapai sekitar satu dari tiga penjualan pada tahun 2025.

    Waktu semakin mendesak, karena penjualan kendaraan bermesin diesel yang sudah lama tumbuh, telah jatuh di hadapan rencana-rencana oleh banyak kota besar untuk menurunkan polusi udara.

    Baca: Regulasi Mobil Listrik Belum Tuntas, Begini Perkembangannya

    Masuknya tiga raksasa Jerman ke dalam perlombaan kendaraan listrik jauh lebih penting untuk Tesla dibandingkan dengan "ikan" yang lebih kecil seperti produsen mobil asal Inggris Jaguar, dengan "I-PACE" -nya sudah dipasarkan.

    Tesla sendiri saat ini tengah menghadapi rintangan besar, berjuang untuk membendung kerugian yang telah berlangsung selama bertahun-tahun, sambil mencoba meyakinkan investor dan pelanggan terhadap kesehatan mental CEO-nya, Elon Musk. 

    Dalam sebuah wawancara dengan New York Time pada Agustus lalu, Musk mengungkapkan dirinya sedang menderita stres dan kelelahan yang hebat . Pria 47 tahun itu juga kedapatan meminum wisky dan merokok marijuana.

    Kemudian pada hari Selasa, Tesla menyatakan bahwa Departemen Kehakiman AS sedang melakukan penyelidikan atas tweet Musk yang mengumumkan rencana untuk menghapus sahamnya.

    Juga di Twitter, pengusaha Afrika Selatan itu baru-baru ini mengatakan bahwa Tesla sedang berada dalam situasi" neraka pengiriman logistik".

    Dudenhoeffer mengatakan Tesla adalah pemimpin pasar dan memiliki kekuatan besar dalam inovasi, tetapi enam hingga sembilan bulan mendatang akan menjadi ujian yang menentukan untuk Musk. 

    "Jika dia tidak berhasil menstabilkan (sedan) Model 3 dan membuat perusahaan menguntungkan, itu akan menjadi sangat rumit baginya, termasuk yang berkaitan dengan investornya," ujarnya. 

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.