Toyota Ingin Luncurkan Baterai Solid State Mobil Listrik Tahun 2025

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Toyota Concept-i di pameran Tokyo Motor Show, Tokyo, Jepang, 25 Oktober 2017. TEMPO/Wawan Priyanto

    Toyota Concept-i di pameran Tokyo Motor Show, Tokyo, Jepang, 25 Oktober 2017. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, JakartaBaterai solid state merupakan sesuatu yang penting bagi kendaraan listrik masa depan. Menurut carscoops.com yang mengutip Automotive News, Toyota semula berencana untuk memperkenalkan mobil konsep dengan baterai solid state di Olimpiade Tokyo 2020. 

    Ketika pesta olahraga empat tahunan itu ditunda karena pandemi virus corona, pengembangan baterai tetap dilanjutkan dan mereka kini disebut mengaplikasikannya pada beberapa mobil konsep. Namun, tidak ada informasi kapan mereka akan debut. 

    Sedikit yang diketahui, baterai solid state menjanjikan lebih banyak keunggulan dibanding baterai lithium-ion biasa. 

    Kuncinya adalah kepadatan energi yang lebih tinggi, yang memungkinkan paket baterai lebih kecil dan ringan. Baterai ini juga diklaim lebih aman dan menawarkan waktu pengisian ulang lebih cepat. 

    Keiji Kaita dari Toyota saat memperkenalkan prototipe baterai solid state menyampaikan bahwa isi ulang daya hingga kapasitas penuh hanya memerlukan waktu kurang dari 15 menit. Bandingkan dengan baterai lithium-ion terkini yang digunakan pada kendaraan listrik, rata-rata memerlukan waktu sekitar 30 menit untuk pengisian daya hingga kapasitas 80 persen. 

    Sayangnya, masih ada sejumlah masalah yang perlu diselesaikan terkait baterai solid state. Masalah keamanan dan daya tahan baterai dilaporkan masih akan terus dikembangkan oleh para insinyur Toyota. Perusahaan juga tampaknya akan memperbaiki bahan kimia untuk meminimalkan degradasi baterai. 

    Masalah lain yang dihadapi adalah terkait produksi massal, yang disebut lebih rumit dibanding produksi baterai lithium-ion. Bahkan Kaita menggambarkannya sebagai sesuatu yang lambat, canggung, dan tidak cocok untuk produksi massal. 

    Meski menghadapi sejumlah masalah, Kaita mengatakan baterai harus masuk ke jalur produksi terbatas pada tahun 2025. Baterai ini nantinya akan lebih mahal dibanding baterai lithium-ion dan volume produksinya kemungkinan terbatas selama beberapa tahun. 

    Sisi baiknya,Toyota tampaknya berkomitmen untuk membangun beberapa opsi baterai mobil listrik dengan kemampuan luar biasa karena salah satu tujuan mereka adalah baterai solid state.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.