3 Spare Part Mobil yang Harus Diganti Setelah Lama PSBB

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • INFO OTOMOTIF-- Kapan terakhir kali kamu melakukan perawatan mobil sebelum PSBB diberlakukan di kotamu? Sebulan sebelum PSBB? Seminggu sebelum PSBB? Atau kamu belum sempat melakukan perawatan mobil dan menyesal tidak membawa mobil ke bengkel saat PSBB diberlakukan?

    Beruntung untuk kamu yang sudah melakukan perawatan mobil tapi bagi kamu yang tidak sempat melakukan perawatan mobil, bisa saja ada beberapa spare part yang rusak dan bermasalah sehingga kamu perlu menggantinya begitu PSBB berakhir dan new normal telah tiba.

    Kalau kamu memiliki mobil dengan brand Mitsubishi, kamu bisa memanfaatkan layanan home service dimana kamu bisa melakukan perawatan mobil tanpa harus keluar rumah. Tentu layanan ini bisa kamu manfaatkan bila kamu masih khawatir dengan bahaya covid-19 meskipun new normal sudah dibuka.

    Tapi untuk kamu yang sudah tidak betah dirumah aja, kamu bisa kok pergi ke bengkel resmi mobil dan melakukan perawatan. Biasanya, kalau mobil sudah lama tidak dipakai, maka, spare part akan aus dan berkurang performa serta kualitas kondisinya. Kira-kira spare part mobil apa saja yang harus kamu cek dan harus diganti bila ternyata spare part tersebut bermasalah? Check this out; 

    1. Cek Spare part Busi Mobil dan Ganti Bila Perlu

    Buat kamu yang lupa melakukan servis mobil padahal sebelum PSBB dimulai, kamu hobi jalan-jalan sampai-sampai mobilmu menempuh jarak perjalanan sejauh 20.000 km atau lebih selama beberapa bulan, kamu harus mengecek spare part mobil yang Namanya busi.

    Spare part busi mobil terbilang sangat penting karena bila performa kualitasnya menurun karena pemakaian mobil yang terlalu sering, ada baiknya kamu segera mengganti busi mobil tersebut. Kenapa harus diganti, kan nggak kemana-mana selama PSBB?

    Busi merupakan spare part mobil yang berfungsi untuk memantik api supaya terjadi proses pembakaran di dalam mesin agar mobil bisa hidup. Masalahnya, bila busi mobil kamu sudah haus, tidak bagus, atau rusak, akibatnya mesin jadi tidak bertenaga, tidak seimbang, atau bahkan kemungkinan terburuknya mesin mobil mati di tengah jalan.

    Oleh karena itu, kamu sebagai pemilik mobil harus mengganti spare part busi mobil agar kamu bisa berkendara saat new normal tiba.

    1. Cek Kondisi Spare part Aki Mobil

    Apakah kamu tahu masalah apa yang akan kamu hadapi bila spare part aki mobil bermasalah atau rusak? Biasanya bila aki rusak, saat kamu mau start mobil, mobil tidak mau menyala. Hal ini terjadi karena dinamo ampere yang telah mengaliri listrik ke aki mengalami masalah dimana akinya rusak sehingga tidak ada aliran listrik menuju dynamo starter. Alhasil mobil tidak bisa hidup.

    Selain tidak bisa menghidupkan mesin, ada kemungkinan lampu dan klakson mobil juga tidak akan berfungsi. Rugi banget kalau spare part satu ini, rusak, bukan?

    Bahkan, untuk kasus tertentu, misalnya pada mobil modern, andaikata kamu punya mobil Mitsubishi yang memiliki sistem engine control unit (ECU) atau komputer mobil. Bila aki soak, ECU mobil tidak dapat memberikan suplai listrik untuk aliran bahan bakar ke injektor, dan semua sistem sensor yang ada di mobil. Fatal pokoknya akibatnya.

    Setelah mengetahui fakta betapa pentingnya spare part aki mobil, kamu pasti akan tergerak untuk melakukan perawatan mobil dan minta mekanik bengkel mobil resmi untuk mencari tahu kondisi spare part aki mobilnya masih bagus atau harus diganti.

    1. Ganti Kanvas Rem Mobil agar Terhindar dari Kecelakaan Akibat Rem Bermasalah

    Poin terakhir, spare part yang harus kamu ganti setelah mobil lama tidak dipakai adalah kanvas rem. Kenapa spare part ini begitu penting sampai-sampai kamu harus rutin menggantinya?

    Well, kalau mesin hidup, aliran listrik jalan, tapi kanvas rem bermasalah, kamu tidak bisa menge-rem mobilmu. Dan hal buruk seperti kecelakaan di jalan bisa terjadi. Misalnya saja, kamu bisa saja menabrak pengendara mobil lain, pejalan kaki atau pembatas jalan. Tentu kamu tidak ingin hal ini terjadi bukan? Makanya, kamu harus rutin mengecek dan mengganti kanvas rem.

    Kapan sih kamu harus mengganti kanvas rem? Kamu bisa mengetahuinya dengan cara menggunakan rem mobil, bila rem sudah tidak pakem lagi, itu berarti kanvas remnya sudah aus. Saat kanvas rem aus, segeralah menggantinya.

    Kalau kamu pemilik mobil brand Mitsubishi, tentu kamu punya harapan dan pengalaman new normal Bersama Mitsubishi Xpander MY 20, bukan? Kalau kamu belum mengecek atau bahkan servis mobil, pasti pengalaman berkendara dengan mobil kesayangan pasti jadi kurang menyenangkan pastinya.

    Saat kampas rem sudah mau habis, kamu harus menginjak pedal rem dalam-dalam hanya untuk mengerem agar tidak menabrak orang lain di depanmu. Ini berbahaya. Namun beda cerita kalau kamu suda memberikan perawatan pada mobil Mitsubishi milikmu seusai PSBB. Begitu masa new normal berlaku, kamu bisa mengendarai mobilmu untuk pergi bekerja, mengantar anak ke sekolah, menemani istri belanja ke pasar, atau jalan-jalan dengan nyaman.

    Sebagai penutup artikel ini, ada kabar baik nih buat kamu para pemilik mobil Mitsubishi dan yang berniat beli mobil baru, brand Mitsubishi telah meluncurkan mobil seri terbarunya dalam keluarga mobil Xpander.

    Lengkapnya, mobil ini diberi nama Mitsubishi Xpander M 20. Mobil ini memiliki fitur sensor canggih yang bisa membantu pengendara memarkir mobil dengan mudah, kapasitasnya juga cukup luas baik itu untuk menyimpan barang maupun menampung banyak penumpang. Pokoknya mobil ini cocok banget deh buat dijadikan mobil keluarga untuk mengiringi keseharianmu Bersama istri dan anak-anak kesayangan.

    Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog DBP Academy x Tempo Seri ke-2.

    Bio Penulis Blog

    Nama: Aldi Ardiansyah

    Blog: https://aldiardiansyah12.blogspot.com  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jaksa Pinangki Ditahan, Diduga Terima Rp 7,4 Miliar dari Djoko Tjandra

    Kejaksaan Agung menetapkan Jaksa Pinangki sebagai tersangka dalam perkara dugaan gratifikasi. Ia dikabarkan menerima Rp 7,4 Miliar dari Djoko Tjandra.