Laporkan Kekayaan Rp 88 Miliar, Ini Deretan Mobil Bos Baru BNI

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lexus LX 570 (Raju Febrian/TEMPO)

    Lexus LX 570 (Raju Febrian/TEMPO)

    TEMPO.CO, Jakarta - Royke Tumilaar resmi diangkat menjadi Direktur Utama alias bos BNI. Dia menggantikan Herry Sidharta. Rupanya Royke juga suka mobil mewah.

    Bekas Dirut Bank Mandiri tersebut itu diketahui memiliki sejumlah koleksi mobil mewah. Dari merek Jepang hingga Eropa.

    Merujuk Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkannya via KPK, Royke Tumilaar memiliki kekayaan senilai Rp 88,19 miliar per-31 Desember 2019.

    Data itu dirangkum sewaktu Royke masih menjabat sebagai Direktur Utama Mandiri.

    Dari total kekayaan Royke itu, sebanyak Rp 6,98 miliar di antaranya datang dari sejumlah mobilnya. Mulai dari merek Toyota, Lexus, Jeep, hingga Landrover. 

    Data LKHPN sebelum dia menjabat Dirut BNI itu tidak menyebutkan secara rinci, model dan trim apa dari setiap item. Misalnya saja, mobil SUV Landrover Range Rover 2011 milik Royke Tumilaar tidak disertai rincian model. Namun jika melihat nilainya, diprediksi itu Range Rover Vogue LWB atau Vogue SWB.

    Begitu pun untuk mobil merek Lexus, dari data LHKPN hanya disebutkan Lexus 'Jeep' tahun 2016. Tidak ada rincian lebih lanjut. Diprediksi itu adalah model Lexus LX yang memang harganya Rp 3 miliaran.

    Berikut daftar mobil Royke Tumilaar yang dilaporkan di LHKPN per 31 Desember 2020:

    1. Landrover Range Rover tahun 2011 senilai Rp 2.475 miliar
    2. Lexus LX tahun 2016 senilai Rp 2,295 miliar
    3. Jeep Wrangler tahun 2009 dengan nilai Rp 459 juta
    4. Toyota Fortuner tahun 2014 senilai Rp 247,5 juta
    5. Toyota Vellfire tahun 2019 senilai Rp 981,6 juta.


    ANDITA | WIRA WAHYU

    6. Mazda Minibus tahun 2019 senilai Rp 531 juta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.