Sepeda Lipat Kreuz Dibanderol Rp 10 Jutaan, Mirip Brompton

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sepeda lipat Kreuz. (Dok. Kreuz)

    Sepeda lipat Kreuz. (Dok. Kreuz)

    TEMPO.CO, Bandung - Produsen sepeda lipat tiga Kreuz di Bandung melibatkan beberapa usaha kecil dan menengah serta vendor lokal di berbagai kota di Jawa. Kreuz mematok harga per unit sepedanya sekitar Rp 10 juta hingga Rp 13 juta. “Kandungan lokalnya sekitar 70-an persen,” kaya Yudi Yudiantara.

    Yudi dan Jujun Junaedi merintis pembuatan Kreuz pada akhir 2019. Setelah rampung purwarupanya pada Januari 2020, Kreuz diuji berkendara ke beberapa kota seperti Solo, Purwokerto, dan Surabaya.

    Sejak Maret lalu hanya model tetap atau standar yang mereka buat. “Kami tidak melayani custom soalnya mengubah segala macam tidak mudah,” ujar Yudi, Rabu 17 September 2020.

    Karyawan memasang rangka (frameset) sepeda lipat Kreuz di Bandung, Jawa Barat, Senin, 29 Juni 2020. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    Komponen sepeda lipat Kreuz antara lain berasal dari buatan lima usaha kecil dan menengah di daerah Jalan Kiaracondong, Bandung, kemudian Padalarang, dan pemasok dari Surabaya. “Termasuk pengecatan juga sama vendor,” kata Yudi. Total ada sekitar 30-an bagian sepeda Kreuz yang dirakit.

    Adapun bahan impor yang dipakai seperti internal gear dan pedal. Menurut Yudi pengayuh sepeda rencananya akan dibuat sendiri. “Kreuz ingin punya manfaat buat orang banyak,” ujarnya.

    Karyawan mengukur rangka (frameset) sepeda lipat Kreuz di Bandung, Jawa Barat, Senin, 29 Juni 2020. Sepeda lipat Kreuz dengan model yang terinspirasi merk sepeda Brompton ini merupakan karya dari sejumlah pemuda Bandung. Workshop UMKM sepeda lipat Kreuz tersebut mampu memproduksi frameset sebanyak 10-15 buah per bulannya dengan harga jual Rp3,5 juta dan antrean pemesanannya hingga Mei 2022. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    Pembuatan sepeda lipat tiga Kreuz berawal dari ketertarikan Yudi dan Jujun di sebuah acara festival sepeda pada 2019. Mereka melihat peserta acara banyak yang memajang sepeda lipat Brompton buatan Inggris. Saat itu mereka ingin punya dengan cara membuatnya sendiri.

    Meskipun sebagian orang menyebut Kreuz sebagai Brompton made in Bandung, Yudi mengatakan ada beberapa perbedaan. Di antaranya frame bagian atas yang lebih rendah daripada Brompton. Adapun roda misalnya menggunakan ukuran ban 16 inci. Setelah mengantongi kepemilikan merek dagang, Kreuz akan segera menjalani pengujian Standard Nasional Indonesia.

    Sepeda lipat Kreuz sempat viral setelah Presiden RI Joko Widodo menggunakannya pada Agustus lalu. 

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto