Ban Mobil Baru Dipasang di Depan atau Belakang?

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ban mobil. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi ban mobil. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Musim penghujan yang tiba-tiba datang bahkan memunculkan banjir di DKI Jakarta. Pengguna mobil mesti memperhatikan kondisi kendaraan, terutama ban mobil.

    Di masyarakat rupanya belum sependapat mengenai letak ban mobil baru. Jika penggantian dilakukan untuk keempat roda tentu tak muncul pertanyaan.

    Bagaimana jika dua ban mobil yang diganti? Penggantian hanya satu ban mobil sangat tidak disarankan.

    President Director Hankook Tire Sales Indonesia Yoonsoo Shin mengatakan jika hanya satu ban yang diganti maka dapat menyebabkan ketidakseimbangan. Dampaknya, pada kualitas traksi yang kurang kuat sehingga kinerja kendaraan buruk.

    "Masih memungkinkan apabila hanya dua ban yang diganti, asalkan ban yang baru harus dipasang di roda belakang," kata Shin pada awal September lalu.

    Berbeda dengan pendapat kalangan komunitas mobil. Eko Sulistyo Putro, Sekretaris Komunitas Mazda Semarang, mengatakan dua ban baru sebaiknya dipasang di roda depan.

    "Khususnya untuk mobil berpenggerak roda depan," katanya hari ini, Rabu, 23 September 2020.

    Penyuka sedan Mazda Interplay tersebut menerangkan kalau harus memilih, roda depan yang harus prima sebab berkaitan dengan kenyamanan dan keamanan berkendara.

    Menurut dia, roda depan berfungsi juga sebagai pengendali. Pada mobil penggerak roda depan, roda depan sebagai penarik kendaraan ketika berjalan.

    "Idealnya semua ban mobil harus baru. Tapi roda depan yang diutamakan untuk ban baru," ucap O'ok, sapaan pria langsing ini.

    Aktivis All New Corolla Indonesia (ANCI) Andry Nindyoharto sependapat dengan O'ok. 

    Andry menerangkan bahwa ban mobil depan sangat berpengaruh pada kemudi atau setir, terutama mobil dengan penggerak roda depan.

    "Kalau ban mobil bagian depan jelek, mobil tidak stabil. Berbahaya, terutama pada kecepatan tinggi atau jalan basah," tutur Andry.

    Bekti, pemilik bengkel onderstel atau kaki-kaki mobil RJP, juga menyatakan ban baru paling bagus dipasang pada roda depan.

    "Untuk kenyamanan mengemudi. Ban belakang cuma ngikut, apalagi mobil penggerak roda depan," ucapnya.

    Soal risiko dalam kondisi hujan, Bekti menerangkan, lebih berbahaya selip roda depan ketiimbang belakang. Roda depan adalah kemudi yang bisa saja ban depan yang jelek membuat mobil oleng dan fatal jika selip.

    Adapun situs Carmudi mengulas bahwa ban mobil berkaitan dengan pengendalian mobil. Berdasarkan penjelasan pakar dan perusahaan ban, ban baru wajib dipasang di roda belakang.

    Pemasangan ini tidak bergantung dari jenis penggerak mobil itu, apakah front wheel drive atau rear wheel drive.

    Memasang ban baru di roda depan disebut berisiko sebab membiarkan ban belakang tipis.

    Ban baru memiliki daya buang air yang sangat bagus, dan air akan mengarah ke roda belakang. Mobil membutuhkan traksi paling bagus di roda belakangs ebab roda depan masih bisa dikendalikan dengan setir.

    Apabila ban belakang sudah jelek, bakal terkena buanagan iar dari roda depan sehingga rentan aquaplanning atau selip.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Sukses yang Harus Diadopsi Pengusaha di Masa Pandemi Covid-19

    Banyak bisnis menderita di 2020 akibat pandemi Covid-19.