Mobil Kebanjiran, Begini Tips Sederhana Menanganinya

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas membantu mendorong mobil yang mogok akibat banjir di gerbang tol Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Ahad, 23 Februari 2020. Menurut petugas banjir merendam pintu tol dari jam 03.00 WIB akibat luapan air dari waduk ria rio. ANTARA/Fakhri Hermansyah

    Sejumlah petugas membantu mendorong mobil yang mogok akibat banjir di gerbang tol Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Ahad, 23 Februari 2020. Menurut petugas banjir merendam pintu tol dari jam 03.00 WIB akibat luapan air dari waduk ria rio. ANTARA/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Mercedes-Benz C300 coupe warna putih itu teronggok di pojok Bengkel Cahaya Tasik Motor, Depok. Mobil kebanjiran pada Januari tapi baru dibawa ke bengkel akhir Agustus lalu.

    "Terendam banjir di rumah pemiliknya. Ya, harus dibongkar semua," kata Kepala Bengkel Cahaya Tasik, Ali Sofwan, hari ini, Sabtu, 26 September 2020.

    Dia menerangkan bahwa perbaikan mobil kebanjiran seharga Rp 1,5 miliar tersebut tidak bisa cepat. Selain begitu banyak yang harus dibereskan juga menunggu pasokan sparepart.

    Ali tersenyum ketika ditanya berapa perkiraan biaya yang dibutuhkan.

    "Kan, ada asuransi," ucapnya.

    Ali menjelaskan bahwa mobil yang terendam banjir harus cepat ditangani. Pemilik juga tidak boleh panik dan sembarangan menangani mobil kebanjiran.

    Berikut ini tips sederhana bagi pemilik dalam menangani mobil kebanjiran:

    1. Lepas kabel accu, salah satu atau keduanya
    Tindakan ini dilakukan jika banjir akan atau sedang terjadi. Menurut Ali, pemilik harus waspada dengan mencopot kabel accu agar kelistrikan tidak terganggu air.

    2. Upayakan air jangan masuk kabin
    Jika pintu mobil masuk bagus atau masih kedap, jangan membuka pintu agar air tidak masuk kabin. Jika pintu kurang kedap, bisa diganjal pada saat banjir belum begitu tinggi.

    3. Mobil jangan langsung distater atau dihidupkan, cek oli mesin dan oli transmisi
    Setelah banjir surut, lihat apakah oli mesin dan oli transmisi kemasukan air? Cara melihatnya adalah dengan mencabut tutup oli lalu dicek di bilah ukuran oli. Jika kemasukan air, mobil jangan dinyalakan. Panggil teknisi. 

    4. Cek atau injak kopling (untuk mobil transmisi manual)
    Bila kemasukan air biasanya kopling lengkel atau keras ketika diinjak. 

    5. Jika dipastikan semua aman, mobil bisa distater
    Ali Sofwan mengatakan jika ada dugaan air masuk kabin atau kena kelistrikan, lebih baik segera panggil montir. Menghidupkan mesin bisa jadi bermasalah bagi mobil kebanjiran kalau sistem kelistrikan terkena air atau air masuk ke mesin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.