Pandemi, Penjualan Global Tesla Kuartal III Tembus 124.100 Unit

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembuatan mobil Tesla Model 3 di Shanghai, Cina 7 Januari 2020. REUTERS/Aly Song

    Pembuatan mobil Tesla Model 3 di Shanghai, Cina 7 Januari 2020. REUTERS/Aly Song

    TEMPO.CO, JakartaTesla mengatakan telah mengirimkan 139.300 unit kendaraan pada kuartal ketiga, Jumat, 2 Oktober 2020. Menurut laporan Reuters, ini adalah rekor terbaik kuartalan untuk produsen mobil listrik asal Amerika Serikat itu, tetapi saham mereka mengalami penurunan sebesar 5,7 persen dalam perdagangan pra-pasar.

    Dari angka di atas, penjualan Tesla Model S dan X mencapai 15.200 unit, sedangkan Model 3/Y mencapai 124.100 unit. Sementara itu, total produksi pada kuartal ketiga mencapai 145.036 unit. Tesla Model 3/Y menjadi kontributor terbesar dengan angka 128.044 unit, dan Model S/X 16.992 unit.

    Sejauh ini, kuartal IV 2019 merupakan pencapaian terbaik Tesla dengan jumlah pengiriman sebanyak 112.000 unit. Khusus pada September 2020, total pengiriman ke konsumen mencapai 65.000 unit.

    Tesla mengklaim penjualan dan produksi mobil listrik perusahaannya telah pulih setelah sempat menurun dihantam pandemi virus corona baru (Covid-19). Peningkatan penjualan Tesla didorong oleh pabrik baru di Shanghai, satu-satunya pabrik di luar California.

    Tesla mulai mengirimkan Model 3 dari pabriknya di Shanghai pada bulan Desember tahun lalu dan mengatakan akan memproduksi 150.000 sedan Tesla Model 3 di pabrik per tahun dan kemudian akan ditingkatkan menjadi 250.000 kendaraan per tahun, termasuk Tesla Model Y.

    Sekitar 23.300 kendaraan Tesla terdaftar di Cina pada bulan Agustus dan Juli.

    Tesla juga membangun fasilitas manufaktur kendaraan dan baterai baru di dekat Berlin, Jerman, dan berupaya untuk memulai pembangunan pabrik kendaraan di Austin, Texas pada kuartal ketiga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.