VW Gerojok Lagi Investasi Mobil Listrik Rp 17,1 Triliun di Cina

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja melakukan pengcekan terakhir mobil listrik Volkswagen model ID. 4 di Zwickau, Jerman, 18 September 2020. VW ID4 mampu menempuh jarak sejauh 500 km. REUTERS/Matthias Rietschel

    Pekerja melakukan pengcekan terakhir mobil listrik Volkswagen model ID. 4 di Zwickau, Jerman, 18 September 2020. VW ID4 mampu menempuh jarak sejauh 500 km. REUTERS/Matthias Rietschel

    TEMPO.CO, Jakarta - Di tengah memanasnya perang dagang AS-Cina, pabrikan otomotif Jerman Volkswagen atau VW justru meningkatkan investasi mobil listrik di pasar terbesar dunia tersebut.

    VW membangun pusat penelitian dan pengembangan (R&D) untuk pengembangan mobil listrik di Cina.

    Pusat R&D mobil lisrik baru itu diresmikan pada Selasa, 8 Desember 2020, di Anhui, Provinsi Hefei.

    Pada saat bersamaan usaha patungan VW dengan mitra lokal yakni JAC Volkswagen diubah namanya menjadi Volkswagen (Anhui) Automotive Company Limited.

    Dengan 75 persen saham pada perusahaan patungan tadi, VW mengambilalih kendali manajemen di Volkswagen (Anhui).

    Grup VW telah menginvestasikan sekitar 1 miliar euro atau sekitar Rp 17,1 triliun untuk meningkatkan kepemilikan sahamnya di Volkswagen (Anhui).

    Sebelumnya, Grup VW  menguasai 50 persen saham di JAC Volkswagen.

    Grup VW juga mengakuisisi 50 persen saham JAG, perusahaan induk mitra usaha JAC. Maka Volkswagen kini mengambil alih kendali manajemen di Volkswagen (Anhui).

    "Volkswagen Anhui adalah janji untuk kemitraan yang lebih kuat dan kekuatan e-mobilitas di Cina," kata CEO Volkswagen AG, Herbert Diess.

    Produk masa depan perusahaan akan didasarkan pada Modular Electric Drive Matrix (MEB) VW. Mobil listrik produksi pertama diharapkan meluncur dari pabrik Anhui pada 2023.

    Diess menuturkan dalam tiga tahun ke depan Volkswagen ingin produksi MEB yang canggih, portofolio mobil listrik penuh baru, dan solusi teknologi dari pusat R&D di Anhui.

    Volkswagen Anhui juga akan memperkuat peran Cina dalam elektrifikasi dan digitalisasi Grup VW. Di Anhui, Provinsi Hefei, penelitian dan pengembangan, jaminan kualitas, rekayasa simultan, serta kemampuan penuh produksi dan pengujian pra-seri, akan disatukan dalam satu fasilitas.

    Di pusat R&D, Volkswagen (Anhui) akan mempekerjakan sekitar 500 warga lokal pada 2025. Tahap kedua transformasi akan dimulai pada 2021.

    Sejak pembentukan perusahaan patungan JAC Volkswagen pada 2017, VW telah menjadi bagian dari ekosistem lokal produsen dan pemasok NEV (new energy vehicle) Anhui.

    VW, contohnya, baru-baru ini mengakuisisi saham strategis di pemasok baterai di Hefei, Gotion. VW pun memulai pembicaraan untuk mendirikan pemasok baterai di dekat pabrik Anhui, Hefei.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.