Spesifikasi Lengkap Moto Guzzi V7 III

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Moto Guzzi V7 III Stone. (Piaggio Indonesia)

    Moto Guzzi V7 III Stone. (Piaggio Indonesia)

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua model Moto Guzzi V7 generasi tiga resmi hadir di pasar Indonesia, yaitu Moto Guzzi V7 III Stone dan Moto Guzzi V7 III Racer 10th Anniversary. Masing-masing dijual dengan harga Rp 475 juta dan Rp 535 juta (on the road Jakarta). Kedua menawarkan desain dengan sistem keamanan rem ABS dan Moto Guzzi Traction Control (MGCT).

    Berdasarka keterangan tertulis, Selasa, 15 Desember 2020, sistem keamanan itu mencegah roda terkunci, berkat sistem sontinental dua saluran, dan mencegah perputaran roda belakang saat akselerasi. Sistem MGCT dapat disesuaikan ke dua tingkat sensitivitas, satu lebih konservatif dan ideal, untuk aspal basah, satu lagi untuk memenuhi sensasi berkendara dengan aman di jalan yang kering.

    Karakter otentik dari Moto Guzzi V7 III diwakili mesin V-twin transversal—bak seni pahat modern dari logam. Ini menawarkan kombinasi desain yang ramping dan kapasitas mesin yang kokoh, yang membuat pengendara mudah mengendalikan Moto Guzzi V7 III.

    Tenaga maksimum mencapai 52 hp pada 6200 rpm. Torsi maksimumnya mencapai 60 Nm pada 4900 rpm, dengan kurva torsi datar yang menjanjikan kemudahan penggunaan, dikombinasikan dengan karakter khas dan respons cepat dari mesin Moto Guzzi.

    Moto Guzzi V7 III Racer 10th Anniversary. (Piaggio Indonesia)

    Sistem pelumasan di ruang mesin dirancang untuk menghilangkan panas dengan cara terbaik, mengurangi penyerapan daya demi kinerja, dan pengurangan konsumsi bahan bakar.

    Sistem suspensi belakang mengandalkan sepasang peredam kejut Kayaba, yang dapat disesuaikan dengan preload pegas. Berkat kualitas superiornya dan kemiringan pada titik pemasangan kerangka, ini memberikan respons progresif dan terkontrol dalam situasi apapun, bahkan saat dikendarai dua orang.

    V7 III dilengkapi dengan sadel khusus dengan grafis dan penutup baru. Penumpang bisa mengandalkan posisi duduk yang nyaman, berkat penempatan pijakan kaki yang rendah dan ke depan. Triangulasi sadel-setang-pijakan kaki diberi jarak ideal, 770 mm dari permukaan tanah.

    Moto Guzzi V7 III Racer 10th Anniversary. (Piaggio Indonesia)

    Dipasang top fairing baru dengan tampilan kaca depan yang menonjol, ramping dan sporty, sejalan dengan ciri khas gaya café racer. Di bagian tengah fairing atas terdapat lampu depan full LED baru, seperti halnya lampu belakang dan indikator belok juga LED.

    Lalu bagaimana perbedaan antara Moto Guzzi V7 III Stone dan Moto Guzzi V7 III Racer 10th Anniversary? Aspek utama Moto Guzzi V7 III Stone adalah daya tariknya untuk personalisasi. Desain keseluruhan terlihat lebih eklektik dengan cat hitam matte.

    Pengaturan cahaya hitam dan elang yang menghiasi tangki bahan bakar, dibuat dengan polesan mengkilap khusus. Mudguard depan diperpendek untuk menyempurnakan kesederhanaan model ini, bercat sama dengan tangk. Rodanya dengan jari-jari sederhana, dan tersedia dalam dua skema warna polesan satin baru, Grigio Granitico dan Nero Ruvido.

    Sedangkan, Moto Guzzi V7 III Racer 10th Anniversary merupakan kenangan untuk para pembalap dari kafe ke kafe (café racer) di Italia tahun 1970-an. Seiring waktu, motor ini kembali diciptakan untuk memenuhi teknis yang lebih modern seperti pada V7 II Racer 2015 dan generasi ketiga di tahun 2017.

    Untuk merayakan ulang tahun kesepuluh kelahiran model pertama, PT Piaggio Indonesia menghadirkan seri V7 paling sporty, Moto Guzzi V7 III Racer 10th Anniversary. Tampilannya indah dengan tali kulit klasik yang melekat pada sisi atas tangki bensin, cat “Rosso Corsa” (Racing Red) membungkus bingkai dan swingarm, yang merupakan referensi tegas dari V7 Sport keluaran tahun 1971.

    Pengerjaannya khusus buatan tangan, yang membutuhkan keahlian artistik yang luar biasa, menjadi ciri khas kuat Moto Guzzi V7 III Racer 10th Anniversary.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.