Covid-19 Bikin Industri Otomotif Global Turun, 2023 Pulih

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  Para karyawan bekerja di Gigafactory Tesla di Shanghai, Cina timur, pada 20 November 2020. Peletakan batu pertama Gigafactory Tesla di Shanghai dilakukan pada awal 2019, sementara gelombang pengiriman pertama sedan Model 3 made-in-Cina buatan pabrik itu dilakukan setahun kemudian.  (Xinhua/Ding Ting)

    Para karyawan bekerja di Gigafactory Tesla di Shanghai, Cina timur, pada 20 November 2020. Peletakan batu pertama Gigafactory Tesla di Shanghai dilakukan pada awal 2019, sementara gelombang pengiriman pertama sedan Model 3 made-in-Cina buatan pabrik itu dilakukan setahun kemudian. (Xinhua/Ding Ting)

    TEMPO.CO, Jakarta - Di saat industri otomotif butuh pembiayaan besar dan sumber daya manusia untuk beralih ke kendaraan listrik, pandemi virus corona baru (Covid-19) datang menghantam. Situasi ini memaksa produsen beradaptasi. Konsultan IHS Markit memperkirakan produksi kendaraan global tidak akan menyamai level 2019 lagi hingga 2023.

    Produsen mobil akan memproduksi 20 juta lebih sedikit kendaraan pada tahun 2023, dibandingkan yang bisa mereka buat jika output tetap pada level 2019. Menurut Peugeot SA Chief, Carlos Tavares, hanya yang memiliki semangat tinggi yang akan bertahan.

    “Hanya yang paling gesit dengan semangat Darwin (teori evolusi) yang akan bertahan,” kata Tavares, seperti dikutip Reuters, 21 Desember 2020.

    Selain itu, pandemi Covid-19  juga meningkatkan pentingnya Cina bagi masa depan industri. Pemulihan cepat negara itu dari pandemi memperkuat tarikan pasarnya yang besar pada investasi otomotif, terlepas dari retorika anti-Cina dari politisi Amerika Serikat dan Eropa.

    Dorongan Cina untuk mengurangi ketergantungan pada minyak bumi memaksa pembuat mobil untuk mengalihkan investasi ke kendaraan listrik dan hybrid baterai. Serta memusatkan kembali desain dan aktivitas teknik ke kota-kota Cina dari hub tradisional di Nagoya, Wolfsburg, dan Detroit.

    Bahkan kabarnya perusahaan mobil listrik Tesla akan mendirikan pusat desain dan penelitian di Cina. Tesla sukses menjadikan 2020 sebagai tahun di mana industri otomotif Amerika Serikat memutuskan untuk beralih ke listrik.

    Kapitalisasi pasar perusahaan milik Elon Musk itu melonjak di atas US$ 600 miliar, membuat Tesla yang dulu goyah kini menguntungkan. Tesla kini menjadi bernilai lebih dari gabungan lima grup pembuat kendaraan global terlaris.

    Kenaikan Tesla terjadi pada tahun yang sama ketika aktivis hedge fund dan investor lainnya meningkatkan tekanan pada perusahaan untuk melawan perubahan iklim.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.