Menperin Klaim RI Unggul di Depan Investor Mobil Listrik, Kok Bisa?

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengisi daya mobil listrik saat peluncuran Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di kawasan Jalan Tol Bali Mandara, Denpasar, Bali, Selasa 28 Januari 2020. SPKLU di kawasan jalan tol yang pertama di Indonesia tersebut diharapkan dapat memfasilitasi dan mendorong penggunaan kendaraan bertenaga listrik kepada masyarakat. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

    Petugas mengisi daya mobil listrik saat peluncuran Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di kawasan Jalan Tol Bali Mandara, Denpasar, Bali, Selasa 28 Januari 2020. SPKLU di kawasan jalan tol yang pertama di Indonesia tersebut diharapkan dapat memfasilitasi dan mendorong penggunaan kendaraan bertenaga listrik kepada masyarakat. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian atau Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita memuji upaya pemerintah dalam mengembangkan industri kendaraan atau mobil listrik di Indonesia.

    Menperin mengklaim kebijakan insentif dalam investasi mobil listrik yang disiapkan oleh pemerintah, baik dari sisi permintaan maupun pasokan, sudah sangat kompetitif. Mengacu kepada kebijakan negara lain pun dia menilai kebijakan Indonesia sudah tepat.

    "Kami sudah melakukan perhitungan simulasi khususnya negara yang menjadi kompetitor utama kita dalam mengembangkan industri otomotif berbasis baterai atau listrik," ujar Menperin Agus dalam konferensi video pada Senin, 28 Desember 2020.

    Politikus Partai Golkar ini mengatakan Indonesia memiliki keunggulan tersendiri ketimbang negara lain dalam pengembangan mobil listrik.

    Salah satu keunggulan adalah penduduk Indonesia luar biasa besar. "Faktanya rasio kepemilikan mobil di Indonesia masih sangat rendah ketimbang rasio kepemilikan di Thailand, Malaysia, Filipina, dan Vietnam."

    Kekuatan Indonesia lainnya dibandingkan kompetitor adalah, menurut Menperin Agus Gumiwang, banyaknya sumber nikel di Tanah Air yang bisa diolah menjadi baterai. Nantinya industri mobil listrik dan baterai akan terintegrasi.

    "Hal-hal ini kami yakini menjadi kekuatan kita," ucap putra menteri era Orba, Ginandjar Kartasasmita, ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.